Tante girang pengen dicolok kontol memeknya berkali kali.


Suasana malam minggu ramai memang banyaknya orang yang hadir membuat Joni pemuda yang memang sedang berjojing ria membuatnya gerah, pengunjung bar banyak yang membawa pasangan, Joni tidak sendiri dia datang dengan Riki yang tengah asyik berjojing dengan seorang wanita yang juga pengunjung diskotik Happy.

Hai, boleh aku duduk?! suara wanita menyapa.

Joni menoleh tersentak dari perhatiannya pada Riki.

Please..? balasnya mempersilahkan wanita itu duduk disebelahnya.

Sendiri? sapa wanita itu yang memang agak teler mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman keras.

Akh nggak? bareng temanku, tuh tunjuk Joni pada Riki yang saat itu sedang mendekatinya.

Hai Jon.. Kenalin dong sergah Riki.

Boleh juga boncegan lo.. bisik Riki pada Joni.

Gila lo.. gue aja belum kenal

Jon..?! Kenalin Leti..

Leti.. kata wanita itu sambil mejulurkan tangannya.

Joni..?! balas Joni.

Jon sorry nich aku bakal jalan duluan sama Leti, disini terlalu ramai

Terus gue gimana? Tanya Joni.

Lo disini aja dulu?! Motor gue yang bawa, mana kontaknya?

Dasar gila lo, nich?! Maki Joni.

Kini hanya tinggal Joni dengan wanita itu didalam diskotik Happy yang malah tambah ramai ketika hari menjelang tengah malam.

Jon.?!

Joni menoleh,Ya..?

Boleh aku minta tolong anterin pulang? Pinta wanita itu pada Joni sambil menyerahkan kunci kontak.

Tanpa menjawab dipapahnya wanita itu pergi meninggalkan ruangan diskotik Happy. Mobil yang dikendarai Joni menuju kawasan perumahan Lippo yang memang telah ditunjuk wanita itu.

Nich cewek kayaknya TanteTante? Bathin Joni setelah memperhatikan wajah wanita itu yang kelihatan mencerminkan usianya kirakira 35an. Sepanjang perjalanan Joni memperhatikan wanita yang tertidur disebelahnya. Pakaiannya yang hanya menutupi sebagian tubuhnya sehingga jelas sekali terlihat buah toketnya yang putih dan gede terus ke bagian bawah yang hanya memakai rok span sehingga jelas terlihat sangat mulus dan sangat seksi. Tiba tiba pikiran joroknya mulai merambah ditambah lagi jalan tol menuju Lippo sepi dan gelap. Tangan Joni mulai meraba paha, disingkapnya rok mini merah itu kini terlihat jelas CD wanita itu.

Gila merah juga? Ucapnya lirih takut tuh Tante bangun.

Kini tangan jahilnya mulai ke atas menuju bukit kembar yang nongol gede.

Busyet mantep banget nich? Remasan kecil tidak membuat Tante ini bangun pikirnya.

Sial lagi asyik sudah sampai?! Gerutu Joni sambil melepas remasan kecil pada payudara Tante itu terlihat pintu tol 500 meter lagi. Mungkin karena cahaya lampu pintu tol sang Tante terlihat bangun sambil membersihkan matanya.

Dimana ini?

Mau masuk perumahan Tan? Jawab Joni.

Belok kiri no.13 tunjuk Tante itu rumahnya.

Ok Joni mengiyakan.

Rumah kawasan Lippo memang terkenal mewah gerbang rumah berwarna biru itu terbuka setelah dari dalam mobil Tante itu memencet remot pagar begitu juga pintu garasi, mobil lancer langsung meluncur masuk ke dalam garasi.

Mari Tan.. bermaksud memapah Tante itu.

Ah nggak usah pusingnya agak mendingan kok tolak Tante itu halus.

Ayo masuk ajaknya sambil menuju pintu rumah didalam garasi.

Jalannya yang anggun membuat Joni menelan air ludah. Pantat gede Tante itu goyang kanan kiri mengikuti irama kakinya yang panjang dan mulus.

Silahkan duduk..?! mempersilahkan Joni duduk.

Tanks Tante? balas Joni.

Oh ya siapa namamu tadi? tanya Tante itu sambil pergi ke arah ruangan lain.

Joni balas Joni sedikit berteriak agar terdengar.

Tante Miya membawakan dua gelas bir sambil duduk disebelah Joni rapat sekali membuat Joni agak keki.

Silahkan minum? sambil menyerahkan segelas bir kaleng.

Tanks Tan..

Ditenggaknya bir itu bukannya haus tapi menahan gejolak birahi melihat paha putih mulus dan buah dada yang menantang.

Santai aja? Haus ya?

Lumayan?! balas Joni memerah.

Oh ya.. Panggil aku Miya Tante Miya memperkenalkan namanya.

Tante Miya tinggal sendiri? Mencoba Joni untuk ngobrol.

Jangan panggil Tante Miya donk, Tante aja, apa Miya aja

Tante dech.. Joni memastikan.

Sudah tua ya? balas Tante Miya.

Tapi Tante kelihatan masih cantik.. sambil matanya terus memperhatikan buah dada tante Miya yang menggantung indah.

Makasih tersipu Tante Miya dipuji seperti itu.

Oh ya Tante tinggal dengan siapa? Tanya Joni penasaran.

Aku tinggal ama suamiku, dia lagi berlayar 2 bulan sekali dia pulang sudah 2 minggu dia berangkat berlayar.. jelas Tante Miya.

Oh begitu ya..? berarti dia kesepian nich batin Joni.

Kamu sudah punya pacar? Tante Miya bertanya sambil menarik tangan Joni ke atas pahanya yang putih itu.

Belum Tan..?! jawab Joni menarik tangannya mencoba malu malu kucing.

Kenapa? kok malu?! Apa aku harus tidur lagi biar kamu enggak malu dan leluasa mengelus elusku

Maksud Tante? bertanya heran Joni.

Aku tahu yang kamu lakukan sepanjang perjalanan tadi, aku diam karena kupikir kamu kan sudah tolongin aku boleh donk sebagai tanda terima kasih

Jadi ni Tante juga keenakan toh, sial deg deg an juga gue, gue kira dia tahu bakal marah eh malah seneng, aman sekarang dong, asyiik? Batin Joni.

Sekarang Joni bebas melakukan gerakannya karena sudah tahu Tante Miya senang diperlakukan seperti itu. Tangan Joni mulai meraba paha Tante Miya.

Kulit Tante halus sekali..?! bisik Joni ke telinga Tante Miya disertai jilatan halus membuat Tante Miya menggelinjang geli.

Oh ya? Terusin dong ke atas Jon..? pinta Tante Miya manja.

Tangan Joni masuk ke dalam celana dalam Tante Miya.

Okh kamu ahli sekali Jon? tangan Tante Miya mulai menjalar ke arah celana Joni dan mulai menelanjangi Joni dengan ganas.

Tenang Tan?

Tanganmu itu yang membuat aku engga tahan okh.. Okh kembali Tante Miya mengerang kenikmatan.

Kini Joni sudah telanjang di pegangnya peler millik Joni yang lumayan besar.

Gede juga punyamu ucap Tante Miya sambil mulai mengulum peler Joni Joni hanya bisa mendesah kenikmatan ketika pelernya amblas ke dalam mulut Tante Miya.

Okh Tante okh.. Okh sambil meremas rambut Tante Miya.

Telanjangi aku Jon pinta Tante Miya setelah puas mengulum peler Joni.

Joni mulai melakukannya hingga telanjang polos sudah Tante Miya, jelas terlihat bukit berumput hitam lebat dan sepasang payudara yang gede. Joni merebahkan tubuh bugil itu diatas kursi.

Regangin pahamu Tan pinta Joni.

Mulai ia menjilati vagina Tante Miya yang merah mungkin karena jarang di pake.

Oh bulu jembut Tante lebat banget..

Tapi ok kan..?

Mantep Tan ujar Joni sambil menyingkap bulu lebat itu dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Tante Miya.

Ukh.. Ukh.. Ukh hebat terus jilat terus Jon okh.. Enak.. Enak Menggelinjang eggak karuan Tante Miya menahan birahi yang mulai merambah urat urat pembuluh darahnya. Sementara tangan Joni asyik meremas payudara Tante Miya yang gede.

Remas Jon remas yang kenceng ukh.. ukh.. sambil matanya merem melek. Terlihat jelas oleh Joni vagina Tante lisa kembang kempis karena kenikmatan.

Jon masukin donk, masukin Jon.. Ukh

Sedikit dibungkukkan tubuh Joni sambil mulai mengarahkan batang pelernya ke arah vagina Tante Miya yang sudah becek karena jilatan lembut lidah Joni. Perlahan tapi pasti peler Joni mulai merambah masuk ke dalam vagina Tante Miya.

Tante miya yang ranum.

Okh.. desah Tante Miya keenakan.

Pantat Joni bergerak maju mundur.

Okh.. Enak Jon okh.. merem melek Tante Miya dibuatnya.

Okh.. Okh.. Goyang terus pinta Tante Miya masih keenakan.

Joni pun merasakan kenikmatan teramat sangat pelernya terasa ada yang menyedot halus dan nikmat ditambah desahan Tante Miya yang sangat merangsang urat syarafnya menegang.

Okh Tan empuk juga memekmu Tan okh.. Okh sambil terus pantatnya maju mundur mengoyak vagina Tante Miya yang sudah basah banget.

Mulut Tante Miya yang mendesah seksi itu disambar Joni hingga keduanya saling berciumn liar, tangan Joni pun tidak tinggal diam remasan liar menimpa payudara Tante Miya yang sudah keras. Cukup lama perbuatan cabul diatas sofa itu berlangsung dengan sengit dengan teriakan Tante Miya yang tak tahan akan peler Joni yang beraksi. Hingga..

Tan.. Pindah ke lantai yu? ajak Joni.

Terserah, asal jangan dilepas ya? Habis enak banget sih..

Peler Joni masih menancap tegang di vagina Tante Miya, diangkatnya tubuh bugil Tante Miya lalu merebahkannya diatas lantai yang berpermadani halus itu. Keringat mengucur deras kenikmatan enggak terbendung gerakan maju mundur Joni yang kadang diselingi putaran pelernya membuat Tante Miya merem melek menahan gairah yang mungkin sangat diharapkannya malam itu.

Jon gantian ya? pinta Tante Miya ganti posisi.

Mereka berguling separo sehingga sekarang posisi Tante Miya berada di atas menindih tubuh Joni.

Jon gimana kalau goyang gini tawar Tante Miya sambil mengoyang pantatnya yang padat berisi.

Gila Tan.. Enaak banget terus tan ukh.. Ukh.. sambil tangannya

terus meremas payudara yang sekarang lebih menantang karena menggantung indah dan mantap.

Oh Jon aku sudah tidak kuat Jon.. Okh.. Jon.. Okh.. Jon.. Okh

Tahan sebentar Tan.. Aku jagu sudah mau sampai okh.. Okh erangan Joni menahan goyangan Tante Miya yang semakin liar.

Okh.. Okh.. Aku keluar.. Okh.. Okh..

Tante seksi gila kontol masuk memek.

Dengan cepat dicabut memeknya lalu disodorkan ke arah wajah Joni.

Okh.. Hisap Jon.. Okh pinta Tante Miya sambil tangannya mengocok kencang peler Joni yang saat itu sedang di ujung banget.

Dengan jilatan ganas dihisapnya vagina Tante Miya beserta cairan yang keluar dari dalam vagina itu Tante Miya terlihat sangat menikmati jilatan itu. Serr.. air mani vagina Tante Miya muncrat ke wajah Joni.

Okh.. Okh.. erangan Tante Miya sambil terus membenamkan memeknya ke wajah Joni.

Okh Jon kamu luar biasa puji Tante Miya atas kehebatan Joni melayaninya.

Joni duduk di sofa kembali sementara pelernya masih menegang tangguh, dengan penuh pengertian Tante Miya mengocok peler Joni yang sudah tegang.

Okh.. enggak lama Tan.. Okh..

Crot.. Crot.. Dari peler Joni keluar cairan putih kental yang langsung dengan sigap Tante Miya memasukkan peler Joni ke dalam mulutnya.

Akh.. Okh.. Joni tersenyum puas begitu juga Tante Miya yang memang malam itu sangat mendambakan memeknya mengeluarkan cairan kenikmatan ditemani lelaki perkasa seperti Joni.

Keduanya lalu beranjak kekamar tidur Tante Miya, setelah Tante Miya mengajak Joni ke kamarnya untuk istirahat sejenak dengan harapan Joni dapat melanjutkan kembali memuaskan nafsu birahinya.