Keganasan Memek Ibu Kost bikin Kontol Ku Kepayahan Dijepit terus.

Ini adalah cerita yang menarik. Si Randy pemuda lugu termakan rayuan ibu kostnya yang sangat menggoda Randy sehingga Randy melayani ibu kostnya tersebut. Langsung saja.

Waktu itu Di kamar kost aku berbaring sambil ngelamun. Diluar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Randy suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Larah, ibu kostnya (aku sering memanggil ibu kostku itu dengan sebutan teteh).

Dibayangkannya wanita itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satu persatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang gunung kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.

Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.

Randy bangkit berdiri sambil menggaruk batang kontol di selangkangnnya yang mulai tegak dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat kopi. Setelah membuat kopi kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia kost. Baru sekitar 3 bulan ia kost dirumah keluarga Pak Totok setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Totok telah beristri dengan anak satu berumur 7 tahun.

Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Larah sudah tidur bersama anaknya karena Pak Totok sedang ke Jakarta menemani ibunya yang sedang sakit. Akhirnya Randy duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Namun ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Randy mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik.

Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Randy selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.

Tiba-tiba Randy mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Larah. Randy kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba.

“Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?” tanya Randy tergagap

“Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok” jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.

Yang membuat Randy kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Larah, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Larah.

Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alis matanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Randy selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung.

Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Larah tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Larah yang masih dibawah tiga puluh tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Totok. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang untuk memperhatikan kecantikan Larah dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.

Tapi malam ini Larah berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Larah memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Fandi, Larah seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.

“Gambar tivinya jelek ya?” tanya Larah mengagetkan Fandi.

“Eh, iya. Antenanya kali” jawab Randy sambil menunduk.

Randy semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Randy kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Randy menelan ludah.

“Semuanya jelek”, kata Larah, “Nonton DVD saja ya?”.

“Terserah Teteh” kata Randy masih berdebar menghadapi situasi itu.

“Tapi adanya film unyil, nggak apa?” kata Larah sambil tersenyum menggoda.

Randy faham maksud Larah tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.

“Ya terserah Teteh saja” jawab Fandi.

Larah kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya. Randy semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Larah keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.

“Mau nonton yang mana?” tanyanya menyodorkan beberapa keping DVD sambil duduk kembali di samping Fandi.

Randy menerimanya dan benar dugaannya itu DVD porno.

“Eh, ah yang mana sajalah” kata Randy belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali DVD-DVD itu.

“Yang ini saja, ada ceritanya” kata Larah mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV.

Randy mencoba menenangkan diri.

“Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?” tanya Randymemancing

“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk” jawab Larah sambil tertawa kecil

“Bapak juga?” tanya Randylagi

“Ngga lah, marah dia kalau tahu” kata Larah kembali duduk setelah memencet tombol player.

Memang selama ini Larah menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.

“Bapak kan orangnya kolot” lanjut Larah “dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!”

Randy tertegun mendengar pengakuan Larah tentang hal yang sangat rahasia itu. Randy mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.

Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Randy tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Larah duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Randysudah tidak ragu lagi.

“Teteh kesepian ya?” Tanya Randy sambil menatap perempuan itu Larah balik menatap Randy dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.

“Kamu mau tolong saya?” tanya Larah sambil memegang tangan Fandi.

“Bagaimana dengan Bapak ?” tanya Randy ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.

“Jangan sampai Bapak tahu” kata Larah. “Itu bisa diatur” lanjut Larah sambil mulai merapatkan tubuhnya.

Randy tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Larah. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Randy segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu. Randy semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Larah.

Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Larah memegang belakang kepala Randy dan menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Randy mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Larah. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.

Larah bergetar ketika jemari Randy menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Randy memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Larah telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Larah telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya.

Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Randy dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu. Segera saja tangan Randy merambahi kembali lembah hangat milik Larah yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Randy membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Larah makin mendesah ketika jemari Randy mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Larah rasakan pada daerah kemaluannya.

Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kontolnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Larah. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Larah.

Selama hampir delapan tahun menikah, Larah belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Totok suaminya yang berusia hampir empat puluh lima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.

Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.

Sehingga selama bertahun-tahun, Larah tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani suaminya bila tangkinya sudah penuh. Larah sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.

Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Larah bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Lilis namanya, Larah mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.

Tetapi sebagai perempuan normal Larah tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Larah. Seakan haus yang selama ini telah menemukan air yang dingin segar.

“Ah..terus Ran..” desahnya membara.

Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Randy mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Larah mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Larah meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Randy kost dirumahnya, Larah telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.

Malam ini Larah tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Randy mulai menyusuri leher jenjang Larah yang selama ini tertutup rapat. Mulut Randy menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Larah, tapi tiba-tiba Randy bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Larah yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Randy ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan Larah juga faham maksud Fandi.

Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Randy lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Larah menunduk memperhatikan kepala Randy dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hot. Dihadapan Randy terdapat selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.

Randy menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu.Dinding mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah untuk dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Randy bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya

“Ahhh.!” Larah mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.

Desahannya semakin menjadi ketika lidah Randy mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Larah blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Randy terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang montok padat.

Rupanya Larah sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya. Mata Larah merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Randy. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno.

Demikian juga dengan Randy, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya. Jilatan dan rabaan Randy rupanya telah menaikkan nafsu Larah makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Larah yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Randy agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Randy yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.

“Ahhhduh..AAaaaHhhh….! Ahhh!!” jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.

Randy sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Larah merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Larah menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Randy kembali membuka sehingga Randy dapat melepaskan diri. Muka Randy basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Larah.

Randy bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.

“Hatur nuhun ya Ran” kata Larah berterima kasih sambil membuka matanya dan meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.

Matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Randy telah berdiri telanjang bulat dengan batang kontol mengacung keras. Batang kontol yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Randy mendekat dan meraih tangan Larah, dan menariknya berdiri. Kemudian Randy mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.

“Kenapa sih?” tanya Larah sambil senyum-senyum.

“Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup” jawab Randy yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.

Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Larah, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Larah memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.

Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kontol Randy. Dan Larah yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Larah kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu. Randy mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya. Dengan mata berbinar diperhatikan batang kontol yang tegang dihadapannya. Kontol yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya.

Telah lama Larah ingin merasakan mengulum kontol lelaki seperti yang dilihatnya difilm porno.

Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala kontol yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang kontol yang telah basah itu dan dikulumnya. Randy meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Larah mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.

Larah mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kontol itu dengam giginya, membuat Randy semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Larah adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Randy agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Larah yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.

Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Randyyang batang kontolnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut Larah meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya.

“Ah Teh, sudah mau keluar nih” desis Randymengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.

Tapi Larah yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Larah. Randy meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Larah semakin menguatkan kuluman bibirnya di kontol itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Larah semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang kontol Randy, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa rasa jijik atau mual.

“Bagaimana rasanya Teh?” tanya Randy. Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.

“Enak, gurih” kata Larah tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Larah bangkit.

“Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu” katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono.

Randy sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kontolnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Larah di dapur membuatkan minuman.

Randy mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Larah menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Randy. Perlahan dirasakan batang kontol Randy mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Larah semakin mengelinjang ketika tangan Randy yang satunya mulai merambahi selangkangannya.

“Sudah nggak sabar ya” katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus.

“Dikamar saja ya” ajak Larah ketika ciuman mereka semakin larut. Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu.

Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.

Larah mendorong tubuh Randy ke ranjang dan jatuh telentang. Larah juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Randy. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Larah mendorong kepala Randy kebawah. Ia ingin Randy mengerjai buah dadanya. Randy menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Larah mendesah sambil mengeremas rambut Randy yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buah dadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Randy dengan lembut. Randy merasakan buah dada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang mengeras.

“Oh Ran! Geliin..terus akh!” Tangan Randy yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu.

Larah menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.

“Ahh..terus sayang!” desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya.

Jemari Randy dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.

Larah semakin menggelinjang ketika ujung jari Randy menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Randy secara bersamaan memberikan rangsangan kepada perempuan kesepian yang haus seks itu. Sementara Larah juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian Randymengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Larah dan berhenti di pusarnya.

Larah menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu. Larah rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Randy kearah kepalanya. Randy faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Larah diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kontol yang menegang keras diatas muka Larah. Yang segera disambut kuluman Larah dengan bernafsu. Randy juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Larah yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.

Larah istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak habis-habisnya untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Randy pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.

“Ooohhh! Ran, lakukanlah” desah Larah mulai tak tahan menahan hasratnya. Randy segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Larah celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kontol Randypada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut.

Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuh belas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kontol Totok merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya.

Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.

Larah tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Randy ketika perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.

“Akh! enak Ran!” desahnya. Tangannya menekan pinggul Randy agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya.

Randy juga merasakan nikmat. Memek Larah terasa sempit dan seret. Randy mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Larah. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.

“Ayo Ran genjot terusss!” desah Larah makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Randy mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Larah.

“Oh..Ran !”jerit Larah nkmat setiap kali Randy melakukannya.Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam.

Semakin sering Randy melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Larah sehingga pada hentakan yang sekian Larah merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Randy agar hujaman batang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.

“Ahk..! Ahduh akhh!” teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki.

Sangat nikmat dirasakan Larah. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Randy yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Larah kembali berusaha mengimbangi.

Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Randy semakin dalam. Randy yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Larah seperti itu. Demikian juga dengan Larah, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Larah mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Randy, sehingga selangkangannya lebih terangkat.

Randy memeluk kedua kaki Larah, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Larah lebih terasa sehingga gesekan batang kontolnya menjadi semakin nikmat. Randy semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.

“Ahhh” Randy mendesah nikmat ketika dari batang kontolnya menyembur cairan kenikmatannya.

Dikocoknya terus batang kontol itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Larah rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.

“Akhh!!” jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.

Tubuh Randy ambruk diatas tubuh Larah. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.

“Makasih ya Ran, makasih” kata Larah terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu.

Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.

Tak sampai 15 menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Randy, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang memek Larah mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Larah. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi. Randy tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam! Memang Larah sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Randy sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.

Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.

Randy bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Larah. Dilihatnya sudah jam 10. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Larah yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.

Randy selalu ingat setiap dua atau tiga ronde, Larah selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali. Randy masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di Ranjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *