Enaknya Memek Bu Guru Yang Seksi Dan Hot.

Seiring waktu, sekarang saya bisa belajar di universitas yang saya minati, nama saya Rendi, sekarang saya tinggal di Yogyakarta dengan fasilitas yang sangat bagus. Saya pikir saya cukup beruntung untuk bekerja sambil belajar jadi saya berpenghasilan tinggi.

Mulai dari reuni SMA saya di Jakarta. Setelah itu, saya bertemu dengan guru bahasa Indonesia saya, kami berbicara dengannya. Ternyata Ms. Santi masih sangat fit dan sangat menarik. Penampilannya luar biasa, mengenakan rok mini ketat, kemeja tank top sehingga lekuk tubuhnya tampak begitu jernih. Jelas dia masih muda karena ketika saya di sekolah menengah dia adalah guru termuda yang mengajar di sekolah kami. Sekolah saya hanya terdiri dari dua kelas, sebagian besar siswa adalah perempuan. Saya berbicara cukup lama dengan Ms. Santi, kami rupanya tidak menyadari bahwa waktu berjalan cepat sehingga para tamu harus pulang. Lalu kami berjalan menuju gerbang sambil berjalan melewati ruang kelas tempat saya belajar ketika saya masih di sekolah menengah.

Tiba-tiba Ms. Santi ingat bahwa tasnya tertinggal di ruang kelas sehingga kami terpaksa kembali ke kelas. Pada waktu itu hampir jam dua belas malam, meninggalkan kami sendirian. Lampu di tengah lapangan dibiarkan. Sesampainya di kelas, Ms. Santi mengambil tasnya, lalu saya ingat bagaimana rasanya di kelas dengan teman-teman. Pikiran saya hancur ketika Santi memanggil saya.

Kenapa Rendi?

Ah … tidak apa-apa, aku menjawab. (Sebenarnya, suasana yang tenang dan sangat menyeramkan membuat keinginan saya bergejolak terutama ketika ada Santi disebelah saya, membuat hati saya selalu berdebar-debar).

“Ayo, Rendi, ayo pulang, aku akan kehabisan transportasi” kata Ibu Santi.

Lebih baik ibu ikut saja ke mobil saya, saya jawab dengan raguragu.

Terima kasih, Rendi.

Saya tidak sengaja mengungkapkan perasaan saya kepada Ms. Santi bahwa saya menyukainya, Oh Tuhan, apa yang saya lakukan, di dalam hati saya. Rupanya situasinya mengatakan sesuatu yang lain, Ms. Santi terdiam dan langsung keluar dari kelas. Saya panik dan mencoba meminta maaf. Ibu Santi ternyata bercerai dari suaminya di Australia, katanya suaminya kembali ke negaranya. Saya tercengang dengan pernyataan Ms. Santi. Kami berhenti sejenak di depan kantornya dan kemudian Nyonya Santi mengambil kunci dan pergi ke kantornya, saya pikir mengapa datang ke kantornya malam ini. Saya menjadi semakin ingin tahu dan masuk dan bermaksud untuk membawanya pulang tetapi Ms. Santi menolak. Saya merasa tidak enak lalu menunggunya, saya memeluk bahu Nyonya Santi, dengan cepat Santi ingin menolak tetapi ada kejadian tak terduga, Santi mencium saya dan saya menjawab.

Ohh, betapa bahagianya aku, lalu aku cepat menciumnya dengan semua hasratku yang tersembunyi. Rupanya Ms. Santi tidak mau kalah, dia menciumku dengan keinginan besar untuk mengharapkan kehangatan dari seorang pria. Aku dengan sengaja melintasi dadanya yang besar, Ibu Santi terengah-engah agar ciuman kami menjadi lebih panas dan kemudian ada perjuangan yang sangat mengasyikkan. Santi memainkan tangannya ke arah batang selangkangan saya sehingga saya sangat terangsang. Kemudian saya meminta Ny. Santi untuk menanggalkan pakaiannya, satu demi satu kancing bajunya dibuka dengan lembut, saya melihat dengan penuh semangat. Ternyata tebakan saya itu salah, dada kecil yang saya pikir ternyata sangat besar dan indah, bra itu adalah renda hitam dengan model yang sangat seksi.

Menjadi tidak sabar, saya mencium lehernya dan sekarang Ms. Santi setengah telanjang, saya tidak ingin segera menelanjanginya, jadi saya perlahan menikmati keindahan tubuhnya. Saya melepas baju saya sehingga tubuh saya yang kuat dan atletis membangkitkan gairah Ms. Santi, Rendi Saya pikir Ibu ingin bercinta dengan kamu sekarang … Rendi, tutup pintunya dulu, dia berbisik dengan suara sedikit gemetar, mungkin menahan nafsu yang juga mulai naik.

Tanpa diberitahu dua kali, secepat kilat aku segera menutup pintu depan. Tentu menjadi keadaan yang aman dan terkendali. Setelah itu saya kembali ke Ms. Santi. Sekarang saya jongkok di depannya. Menyikat rok mininya dan meregangkan kakinya. Wah, betapa mulus kedua paha. Basisnya tampak terkulai dibungkus celana hitam sangat minim. Sambil mencium pahanya, tangan saya menelusuri selangkangannya, meremas liang dan klitorisnya yang juga besar. Lidah saya naik ke atas. Ibu Santi berjalan dengan riang sambil mendesah lembut. Akhirnya jilatan saya sampai di pangkal pahanya.

Apa yang kamu inginkan, bro, dia bertanya dengan lembut sambil memegang kapal saya eraterat.

Ooo oh .. oh .., desis keletihan Ms. Santi ketika lidahku mulai bermain di liang kesenangannya. Dia tampak nyaman meski masih dibatasi oleh pakaian dalam.
Saya meningkatkan serangan itu. Saya melepaskan celana. Sekarang rahasianya ada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris besar sesuai dengan harapan saya. Di sekitar rambutnya tidak begitu tebal. Lidah saya kemudian diputar di bibir kemaluannya. Peluncuran itu mulai masuk ke dalam dengan gerakan melingkar yang membuat Santi lebih nyaman, sampai dia harus mengangkat pinggulnya. Aahh, kamu sangat pintar. Belajar dari mana hh

Tanpa sungungan Santi mencium bibirku. Kemudian tangannya menyentuh celana saya yang menonjol karena batang dari selangkangan yang tegak, meremasnya untuk sementara waktu. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Saya menjulurkan lidah dan memainkannya di dalam mulutnya. Aku menggelitik lidahnya sampai dia terlihat seperti dia mau. Awalnya Santi tampaknya memberontak dan melepaskan diri, tetapi saya tidak membiarkannya pergi. Mulutku seperti menempel di mulutnya. Uh, kamu berpengelaman sekali. Dengan siapa? Pacar Anda?, Ia bertanya di antara ciuman kecil yang membara dan mulai liar. Saya tidak menjawab. Tanganku mulai bermain dengan kedua payudaranya yang menarik. Jangan ganggu aku, aku melepaskan bra. Sekarang dia telanjang dada. Tidak puas, saya langsung menurunkan rok mininya. Sekarang dia telanjang. Betapa senangnya melihat tubuhnya. Putih padat, kencang dan halus.

Tidak adil. Kamu juga harus telanjang … Ms. Santi menanggalkan bajuku, celanaku, dan akhirnya celana dalamku. Batang tegak dari selangkangan saya langsung muncul. Tanpa diperintahkan kita jatuh ke lantai, berguling, saling tumpang tindih. Saya melihat ke bawah di selangkangannya, mencari dasar kesenangannya. Tanpa ampun mulut dan lidah saya menyerang daerah itu dengan liar. Ms. Santi mulai mengeluarkan jeritan menahan menahan kenikmatan. Hampir lima menit kami menikmati pertandingan. Selanjutnya saya merangkak naik. Dorong poros ke mulutnya.

Isaplah ibuu … Tanpa menunggu jawaban, aku segera menaruh batang selangkanganku ke mulut mungilnya. Awalnya agak susah, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan agar tidak lama setelah batang pangkal paha masuk ke rongga mulutnya. Bahkan, ada kenikmatan tiada tara … Sejauh ini, bagaimana dengan suami yang bermain seks ?, saya bertanya sambil meremas payudaranya. Ibu Santi tidak menjawab. Dia malah melepas batangku dari mulutnya dan kembali mencium bibirku dengan penuh gairah. Tanganku bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan selangkangan basah. Saya tahu, dia telah kacau. Tapi aku sengaja membiarkannya menjadi penasaran sendiri.

Tetapi lama-lama saya tidak tahan juga, batang alat kelamin saya juga ingin segera mendongkrak lubang kenikmatan. Kemudian dengan cepat saya mengarahkan batang saya menuju selangkangannya. Ketika mulai menembus lubang kenikmatan, saya merasa tubuh Santi lebih gemetar. Ohh, dia mendesah ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk ke lubang memeknya. Setelah semua batang saya masuk, saya segera bergoyang-goyang di atasnya. Saya lebih terangsang oleh jeritan kecil, mengerang dan dua payudara yang bergabung dengan gemetar.

Tiga menit setelah saya bergoyang, Santi menyematkan kakinya ke pinggang saya. Pinggulnya terangkat. Sepertinya dia akan orgasme. Saya meningkatkan daya dorong batang selangkangan saya. Ooo ahh hmm sshhh, santi mendesah dengan tubuh gemetar menahan kesenangan puncak yang dia dapatkan. Saya membiarkan dia menikmati orgasme untuk sementara waktu. Aku mencium pipinya, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat. Sekarang Ms. Santi berbalik. Naik di atas meja … sekarang kita bermain di atas meja ok! Saya mengatur tubuhnya dan Ms. Santi menurut. Dia sekarang bertumpu pada siku dan kakinya. Apa gaya ini?, Tanyanya.

Setelah siap, saya mulai meningkatkan dan mengguncangkan tubuhnya dari belakang. Ibu Santi menjerit lagi dan mendesah pada kenikmatan tiada tara, yang mungkin tidak pernah didapatnya dari suaminya. Setelah dia orgasme dua kali, kami istirahat.

Bosan?, Saya bertanya. Anda sendirian. Sampai aku ingin menghancurkan tulangku.

Tapi ini enak, bu …, aku menjawab sambil kembali untuk meremas payudaranya yang menggemaskan.

Ya, saya lelah. Tapi tolong lagi, saya ingin masuk agar sperma saya keluar. Di sini saya tidak tahan lagi dengan batang selangkangan saya. Sekarang Ms. Santi ada di atas, kataku sambil menyesuaikan posisinya.

Saya berbaring dan dia duduk di pinggang saya. Saya membimbing tangannya untuk memegang batang saya untuk masuk ke selangkangannya.

Setelah memasuki tubuhnya, aku turun sesuai dengan ototku dari bawah. Ms. Santi terkejut mengikuti irama goyangan saya yang semakin cepat dan cepat. Payudaranya yang bergabung dengan goyangan menambah gairah saya. Apalagi disertai dengan erangan dan jeritan sebelum orgasme. Ketika dia mencapai orgasme, aku tidak punya apa-apa. Saya segera mengubah posisi ke gaya konvensional. Ibu Santi menyerah dan aku menembaknya dari atas. Dekat klimaks saya meningkatkan frekuensi dan kecepatan alat kelamin selangkangan. Oh Santi, saya ingin keluar dari sini ahh .. Tidak lama setelah itu sperma saya muncrat ke lubang kenikmatan. Ms. Santi yang kemudian ia juga mengikuti klimaks. Kami berpelukan erat. Aku merasakan lubang kenikmatan begitu hangat mencubit batang kemaluanku. Lima menit lagi kami santai seperti itu.

Kami berciuman, saling peluk dan meremas pantat satu sama lain. Seperti puas puas merasakan kenikmatan yang baru saja kita rasakan. Setelah itu kami beres-beres dan kembali ke rumah saya karena Santi harus pergi mengajar besok harinya dan saya bisa menjemput sore hari.

Sore tiba, Ibu Santi saya jemput dengan mobil saya. Kami makan di mal dan setelah selesai makan kami menuju ke mobil kami di tempat parker mall. Di tempat parkir itu kami bertindak lagi, saya mulai mencium lehernya. Ibu Santi mendongak sambil menutup matanya, dan tanganku mulai meremas payudaranya. Nafas Santi semakin terengah-engah, dan tangan saya masuk di antara pahanya. Celana dalamnya basah, dan jariku mengusap belahan yang membayang. Uuuhh … mmmhh … Ms Santi mengguncangnya, tapi gairah saya telah tiba di ubunubun dan saya telah membuka paksa pakaian dan rok mininya.

Aaahh …! Ms Santi dalam posisi yang menantang di kursi belakang memakai bra merah dan CD merah. Saya segera mencium putingnya yang besar dan masih terbungkus bra seksi, bergantian kiri dan kanan. Tangan Santi mengelus bagian belakang kepala saya dan tersendat-sendat membuat saya semakin tidak sabaran. Aku melepas celana dalamnya, dan bukit kemaluannya muncul. Saya segera mengubur kepala saya di tengah dua paha. Ehhh, mmmhh … Tangan Santi meremas kursi mobil saya dan pinggulnya bergetar ketika bibir kemaluannya dipeluk. Sesekali lidahku bergerak ke perutnya dan menjilatnya perlahan.

Ooohh … aduuhh … Ibu Santi mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kelaminnya yang masih sangat kencang. Lidah saya bergerak dari atas ke bawah dan bibir alat kelamin mulai terbuka. Sesekali lidahku mengusap klitorisnya yang membuat tubuh Ibu Santi meloncat dan napas Ibu Santi seperti sedang diceritakan. Tanganku naik ke dadanya dan meremas dua bukit di dadanya. Putingnya membesar dan mengeras. Ketika saya berhenti menjilati dan mengisap, Santi terbaring terengah-engah, matanya tertutup. Saya bergegas membuka semua pakaian saya, dan penis saya diulurkan ke langit-langit, saya membaringkannya di pipi Santi. Mmmhh, mmmhh … Ooohhm … Ketika Ms. Santi membuka bibirnya, aku menekan kepala penisku, sekarang dia mulai menghisap. Tanganku bergantian meremas dadanya dan membelai kemaluannya. Oouuuh, Ny. Santi, enaknyaa ahhh, aku mengerang.

Ibu Santi terus mengisap batang saya sementara tangannya menggosok lubang kenikmatannya yang juga telah tergenang karena dia terangsang untuk memperhatikan batang selangkangan saya yang begitu besar dan kuat untuknya. Hampir 20 menit dia mengisap batang kemaluanku dan segera saya merasakan sesuatu di dalam batang ingin melompat keluar. Ibu Santi … ooohh … ohhhh, aku berteriak. Dia mengerti bahwa jika saya ingin keluar, maka dia memperkuat hisapnya dan sambil menekan lubang kenikmatannya, saya melihat dia berkedut dan matanya tertutup, lalu … Creet .., suuurr … ssuuur ..
Oughh … Rendi … enak … erangan terhenti karena mulutnya diisi oleh batang selangkanganku. Dan karena isapannya terlalu kuat, saya akhirnya tidak tahan ledakan dan sambil memegangi kepalanya, saya menumpahkan surai saya ke dalam mulutnya, Crooot, croott, crooot, banyak tumpahan saya di mulutnya.

Aaahkk … ooough, aku bilang puas. Aku masih belum merasa lemas dan masih mampu lagi, aku akan naik ke atas tubuh Ibu Santi dan bibirku menghancurkan bibirnya. Aroma penisku ada di mulut Ny. Santi dan aroma mulut Nyonya Santi di mulutku, bertukar ketika lidah kami terjalin. Dengan tangan, aku menggesek kepala penisku ke celah di selangkangan Ms. Santi, dan sebentar kemudian merasakan tangan Santi menekan pantatku dari belakang. Ohm, masukannnlahhh … augh … masuklah

Perlahan-lahan selangkanganku mulai menerobos ke dalam liang kemaluannya dan Ms. Santi semakin mendesah dalam napasnya. Segera kepala penisku ditahan kembali oleh sesuatu yang kenyal. Dengan satu langkah, atasi rintangan. Ms. Santi menjerit sedikit. Aku menekan lebih dalam dan mulutnya mulai berceloteh, Ups, bro … yeah, lalu, lalu … mmmhh, oh yeah, bagus … Rendi

Saya melingkarkan lengan saya di punggung ibu saya, lalu membalikkan kedua tubuh kami sehingga Nyonya Santi sekarang duduk di pinggul saya. Tampak penisku menempel ke pangkal ayam miliknya. Tanpa perlu diajari, Ms. Santi segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku bergantian meremas dan mengusap payudaranya, klitoris dan pinggulnya, dan kami juga berlomba untuk mencapai puncak.

Setelah beberapa waktu, gerakan pinggul Ms Santi menjadi semakin gila dan dia membungkukkan badannya dengan bibir kami hancur lebur. Tangannya meraih rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti tersentak. Terasa seperti cairan hangat di seluruh batang selangkangan saya. Setelah tubuh Santi rileks, saya mendorongnya ke punggungnya, dan sambil menekannya, saya mengejar puncak orgasme saya sendiri. Ketika saya mencapai klimaks, Ibu Santi jelas merasakan semprotan air saya di lubang kenikmatannya, dan dia mengeluh lemah dan merasakan orgasme keduanya. Untuk waktu yang lama kami terdiam, terengah-engah, dan tubuh kami yang basah oleh keringat masih bergerak bersama-sama bergesekan, merasakan kenikmatan orgasme.

Istri Biadab,Pergi Dinas Malah Main Kuda2 an Sama Cowo Lain.

Seliana adalah salah seorang manager pada bagian Treasury di sebuah bank asing. Seliana berumur 28 tahun, dia adalah seorang Sunda yang berasal dari daerah Bogor. Seliana telah bersuami dan mempunyai seorang anak yang baru berumur 7 tahun. Tubuh Seliana dapat dikatakan kurus dengan tinggi badan kurang lebih 163 cm, dengan berat badannya kurang lebih 49 kg. Buah dadanya berukuran kecil tetapi padat, pinggangnya sangat ramping dengan bagian perut yang datar. Kulitnya kuning langsat dengan raut muka yang manis. Dia mendapatkan tugas untuk melakukan perjalanan dinas ke semarang dengan team.

Setibanya di Semarang, setelah check in di hotel mereka langsung mengadakan kunjungan pada beberapa nasabah, yang dilakukan sampai dengan setelah makan malam. Setelah selesai berurusan dengan nasabah, mereka kembali ke hotel, dimana Ron dan Nita melanjutkan acara mereka dengan duduk-duduk di bar hotel sambil mengobrol dan minum-minum. Seliana pada awalnya diajak juga, tapi karena merasa sangat lelah, dan di samping itu ia juga merasa tidak enak mengganggu mereka, maka ia lebih dulu kembali ke kamar hotel untuk tidur.

Menjelang tengah malam, Seliana tiba-tiba terbangun dari tidurnya, hal ini disebabkan karena ia merasa tempat tidurnya bergerak-gerak dan terdengar suara-suara aneh. Dengan perlahan-lahan Seliana membuka matanya untuk mengintip apa yang terjadi. Hatinya terkesiap melihat Ron dan Nita sedang bergumul. Keduanya berada dalam keadaan polos sama sekali.

Nita yang bertubuh kecil itu, sedang berada di atas Ron seperti layaknya seseorang yang sedang menunggang kuda, dengan pantatnya yang naik turun dengan cepat. Dari mulutnya terdengar suara mendesis yang tertahan,

“Ssshhh…, sshhh…”, karena mungkin takut membangunkan Seliana.

Kedua tangan Ron sedang meremas-remas kedua buah dada Nita yang kecil tetapi padat berisi itu. Seliana sangat panik dan berada dalam posisi yang serba salah. Jadi dia hanya bisa terus berlagak seperti sedang tidur. Seliana mengharapkan mereka cepat selesai dan Ron segera kembali ke kamarnya. Besok dia akan menegur Nita agar tidak melakukan hal seperti itu lagi di kamar mereka. Seharusnya mereka dapat melakukan hal itu di kamar Ron sehingga mereka dapat melakukannya dengan bebas tanpa terganggu oleh siapa pun. Dari bau whisky yang tercium, rupanya keduanya masih berada dalam keadaan mabuk. Seliana berusaha keras untuk dapat tidur kembali, walaupun sebenarnya ia merasa sangat terganggu dengan gerakan dan suara-suara yang ditimbulkan oleh mereka.

Pada saat Seliana mulai terlelap, tiba-tiba ia merasakan sesuatu sedang merayap pada bagian pahanya. Seliana sangat terkejut dan tubuhnya mengejang, karena pada saat dia perhatikan, ternyata tangan kanan Ron sedang mencoba untuk mengusap-ngusap kedua pahanya yang masih tertutup selimut. Seliana berpura-pura masih terlelap dan mencoba mengintip apa yang sebenarnya sedang terjadi. Rupanya permainan Ron dan Nita sudah selesai dan Nita dalam keadaan kelelahan serta mengalami kepuasan yang baru dinikmatinya, sudah tergolek tidur.

Ron yang masih berada dalam keadaan polos dengan posisi badan setengah tidur disamping Seliana, sambil bertumpu pada siku-siku tangan kiri, tangan kanannya sedang berusaha menyingkap selimut yang dipakai Seliana. Seliana menjadi sangat panik, pada awalnya dia akan bangun dan menegur Ron untuk menghentikan perbuatannya, akan tetapi di pihak lain dia merasa tidak enak karena pasti akan membuat Ron malu, karena dipikirnya Ron melakukan hal itu lebih disebabkan karena Ron masih berada dalam keadaan mabuk. Akhirnya Seliana memutuskan untuk tetap berpura-pura tidur dengan harapan Ron akan menghentikan kegiatannya itu.

Akan tetapi harapannya itu ternyata sia-sia belaka, bahkan secara perlahan-lahan Ron bangkit dan duduk di samping Seliana. Tangannya menyingkap selimut yang menutupi tubuh Seliana dengan perlahan-lahan dan dari mulutnya menggumam perlahan,

“Psssttt sayang, mari kubantu menikmati sesuatu yang baru…, nih.., kubantu melepaskan celana dalammu…, nggak baik kalau tidur pakai celana dalam”, sambil tangannya yang tadinya mengelus-elus bagian atas paha Seliana bergerak naik dan memegang tepi celana dalam Seliana, kemudian menariknya dengan perlahan-lahan ke bawah meluncur di antara kedua kaki Seliana.

Badan Seliana menjadi kaku dan dia tidak tahu harus berbuat bagaimana. Seliana seakan-akan berubah menjadi patung, pikirannya menjadi gelap dan matanya dirasakannya berkunang-kunang. Ron melihat kedua gundukan bukit kecil dengan belahan sempit di tengahnya, yang ditutupi oleh rambut hitam kecoklatan halus yang tidak terlalu lebat di antara paha atas Seliana. Jari-jari Ron membuka satu persatu kancing daster Seliana, sambil tangannya bergerak terus ke atas dan sekarang ia menyingkapkan seluruh selimut yang menutupi tubuh Seliana, sehingga terlihatlah payudara Seliana yang membukit kecil dengan putingnya yang kecil berwarna coklat tua.

Sekarang Seliana tergolek dengan tubuhnya yang tanpa busana, tungkai kakinya yang panjang dan pantat yang penuh berisi, serta buah dada yang kecil padat dan belahan di antara paha atas yang membukit kecil, benar-benar sangat merangsang nafsu birahi Ron. Ron sudah tidak sanggup menahan nafsunya, penisnya yang baru saja terpuaskan oleh Nita, sekarang bangkit lagi, tegang dan siap tempur.

Sejak saat itu Ron bertekad untuk tidak akan membebaskan Seliana. Ia terlalu berharga untuk di biarkan, Ron akan menikmati tubuh Seliana berulang-ulang pada malam ini. Kemolekan tubuh Seliana terlalu sayang untuk disimpan oleh Seliana sendiri pikir Ron. Ron mendorong tubuh Seliana dan mulai meremas-remas payudara Seliana yang telah terbuka itu,

“Dengerin sayang, you akan saya ajarin menikmati sesuatu yang nikmat, asal you baik-baik nurutin apa yang akan saya tunjukkan”.

Kesadaran Seliana mulai kembali secara perlahan-lahan dan dengan tubuh gemetar Seliana perlahan-lahan membuka matanya dan memperhatikan Ron yang sedang merangkak di atasnya. Seliana mencoba mendorong badan Ron sambil berkata,

“Ron, apa yang sedang kau lakukan ini?”, “Sadarlah Ron, aku khan sudah bersuami, jangan kau teruskan perbuatanmu ini!”. Karena menganggap Ron berada dalam keadaan mabuk, Seliana mencoba membujuk dan menggugah kesadaran Ron.

Akan tetapi Ron yang telah sangat terangsang melihat tubuh Seliana yang molek halus mulus dan bugil di depan matanya mana mau mengerti, apalagi penisnya telah dalam keadaan sangat tegang.

“Gila! Cakep banget! Lihat buah dadamu, padat banget. Cocok sama seleraku! You emang pinter menjaga tubuhmu, sayang!”, kata Ron sambil menekan tubuhnya ke tubuh Seliana.

Seliana berusaha bangun berdiri, akan tetapi tidak bisa dan dia tidak berani terlalu bertindak kasar, karena takut Ron akan membalas berlaku kasar padanya.

Sedangkan dalam posisinya itu saja ia sudah tidak ada lagi kemungkinan untuk lari.

Sambil menjilat bibirnya Ron berbaring di sisi Seliana.

“Lin, lebih baik you mengikuti kemauanku dengan manis, kalau tidak saya akan maksa you dan saya perkosa you habis-habisan. Kalau you nurutin, you akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sakit”. Lalu tangannya ditangkupkan di buah dada Seliana, sambil meremas-remasnya dengan sangat bernafsu, sambil merasakan kehalusan dan kepadatan buah dada Seliana. “Bodi you oke banget!”, kata Ron. “Coba you berputar Seliana!”. Perlahan-lahan dengan perasaan yang putus asa Seliana berputar membelakangi Ron. Dan dirasakanya tangan Ron sekarang ada di pantatnya meremas dan meraba-raba.

Kemudian Ron menyibakkan rambut Seliana, dan dihirupnya leher Seliana dengan hidungnya sementara lidahnya menelusuri leher Seliana. Sambil melakukan hal itu tangan Ron berpindah menuju kemaluan Seliana. Pada bagian yang membukit itu, tangannya bermain-main, mengelus-elus dan menekan-nekan, sambil berkata,

“Kasihan you, Seliana, pasti suami you tidak tahu cara membahagiakan you?”,

“Tapi tenang aja sayang, dengan saya, you nggak bakalan bisa lupa seumur hidup, you bakalan merasakan bagaimana menjadi wNita sejati!”. Sambil memutar kembali tubuh Seliana.

Setelah itu Ron mengambil tangan Seliana dan meletakkannya di kemaluannya yang telah sangat tegang itu.

Ketika merasakan tangannya menyentuh benda hangat yang besar lagi keras itu, tubuh Seliana tersentak, belum sempat Seliana dapat berpikir dengan jelas, terasa badannya telah ditelentangkan oleh Ron dan dengan cepat Ron telah berjongkok di antara kedua kakinya yang dengan paksa terkangkang akibat tekanan lutut Ron. Dengan sebelah tangannya menuntun penisnya yang besar, Ron lalu menempelkan ujung penisnya ke bibir vagina Seliana,

“Apa you mau saya masukin itu?”,

“Aaahhh…, jangaaann…, jaaangaaann…, Roon…”, Seliana dengan suara mengiba-iba masih berusaha mencoba menghalangi niat Ron.

Seliana mencoba mengeser pinggulnya ke samping, berusaha menghindari penis Ron agar tidak dapat menerobos masuk ke dalam liang kewNitaannya.

Sambil tersenyum Ron berkata lagi,

“You tidak dapat kemana-mana lagi, lebih baik you diam-diam saja dan menikmati permainan saya ini..!”. Ron lalu memajukan pinggulnya dengan cepat dan menekan ke bawah, sehingga penis besarnya yang telah menempel pada bibir kemaluan Seliana dengan cepat menerobos masuk ke dalam liang vagina Seliana dengan tanpa dapat dihalangi lagi.

Testis Ron mengayun-ayun menampar bagian bawah vagina Seliana, sementara Seliana megap-megap karena dorongan keras Ron.

Seliana belum pernah merasakan saat seperti ini, setiap bagian tubuhnya serasa sangat sensitif terhadap rangsangan. Buah dadanya terangsang saat ditindih oleh dada Ron. Dirinya sudah lupa kalau sedang diperkosa, ia tidak peduli pada tubuh besar Ron yang sedang bergerak naik turun menindih tubuhnya yang langsing. Seliana mulai merasakan suatu sensasi kenikmatan yang menggelitik di bagian bawah tubuhnya, vaginanya yang telah terisi oleh penis besar dan panjang milik Ron, terasa menggelitik dan menyebar ke seluruh tubuhnya, sehingga Seliana hanya bisa menggeliat-geliat dan mendesis mirip orang kepedasan.

Seliana hanya berusaha menikmati seluruh rasa nikmat yang dirasakan tubuhnya. Sekarang Seliana mencoba untuk berusaha aktif dengan ikut menggerakkan pinggulnya mengikuti irama gerakan Ron di atasnya. Ron melihat Seliana mengerang, merintih dan mengejang setiap kali ia bergerak. Dan Seliana sudah mulai terbiasa mengikuti gerakannya. Ron merasakan tangan Seliana merangkul erat pada punggung bawahnya mengelus-elus ke bawah dan meremas-remas pantatnya serta menariknya ke depan agar semakin merapat pada tubuh Seliana. Ron terus menggosok-gosokkan penisnya pada klitoris Seliana.

Ron sekarang ingin membuat Seliana orgasme terlebih dahulu. Seliana semakin terangsang dan tak terkendali lagi setiap kali bagian tubuhnya bergerak mengikuti tekanan dan sodokan Ron, sekarang wajahnya terbenam di dada bidang Ron, mulutnya megap-megap seperti ikan terdampar di pasir, dengan perlahan-lahan mulutnya bergeser pada dada Bossnya dan sambil terus menjilat akhirnya tiba pada puting susu Ron.

Sekarang Seliana secara refleks mulai menyedot dan menghisap puting susu Ron, sehingga badan Ron mulai bergetar juga saking merasa nikmatnya. Penis Ron terasa semakin keras, sehingga Ron semakin ganas saja menggerakkan pantatnya menekan pinggul Seliana dalam-dalam. Seliana merasakan vaginanya berkontraksi, sambil berusaha menahan rasa geli yang tidak terlukiskan menggelitik seluruh dinding liang kemaluannya dan menjalar ke seluruh tubuhnya.

Perasaan itu makin lama makin kuat menguasainya sehingga seakan-akan menutupi kesadarannya dan membawanya melayang-layang dalam kenikmatan yang tidak pernah dialaminya selama ini dan tidak dapat dilukiskan ataupun diuraikan dengan kata-kata. Kenikmatan yang dialami Seliana tercermin pada gerakan tubuhnya yang meronta-ronta liar tanpa terkendali bagaikan ikan yang menggelepar-gelepar terdampar di pasir. Desahan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulutnya yang mungil,

“Ooohhhh…., aagghh…, adduhhh..!”.

Kedua pahanya melingkari pantat Ron dan dengan kuat menjepit serta menekan ke bawah, disertai tubuhnya yang mengejang dan kedua tangannya mencengkeram alas tempat tidur dengan kuat, benar-benar suatu orgasme yang dahsyat telah melanda Seliana. Ron merasakan penisnya terjepit dengan kuat oleh dinding kemaluan Seliana yang berdenyut-denyut disertai isapan kuat seakan-akan hendak menelan batang penisnya. Terasa benar jepitan dinding vagina Seliana dan di ujung sana terasa ada “tembok” yang mengelus kepala penisnya.

Setelah beristirahat sejenak dan melihat Seliana sudah agak tenang, Ron mulai memompa lagi. Pompaan Ron kali ini segera dibalas oleh Seliana, pinggulnya bergerak-gerak “aneh” tapi efeknya luar biasa. Penis Ron serasa dilumat dari pangkal sampai kepalanya. Lalu masih ditambah dengan variasi, ketika pinggul Seliana berhenti dari gerakan aneh itu, tiba-tiba Ron merasakan penisnya terjepit dengan kuat dan dinding-dinding kemaluan Seliana berdenyut-denyut secara teratur, sekitar 4-5 kali denyut menjepit, baru kemudian bergoyang aneh lagi.

Wah, suatu sensasi melanda perasaan Ron, suatu hubungan kelamin yang belum pernah dinikmatinya dengan wanita manapun juga selama ini. Menyesal Ron karena tidak dari dulu-dulu menikmatinya. Gerakan aneh di dalam liang kemaluan Seliana makin bervariasi. Terkadang Ron malah meminta Seliana berhenti bergoyang untuk sekedar menarik nafas panjang. Lumatan dinding kemaluan Seliana pada penis Ron membuatnya geli-geli dan serasa akan ‘meledak’.

Ron tidak ingin cepat-cepat sampai, karena masih ingin menikmati

“elusan” vagina Seliana. Tetapi gerakan-gerakan di dalam liang kewNitaan Seliana semakin menggila dan semakin liar.

Hingga akhirnya Ron harus menyerah, tak mampu menahan lebih lama lagi perasaan nikmat yang melandanya, semakin cepat Ron bergerak mengimbangi goyangan pinggul Seliana, semakin terasa pula rangsangan yang akan meletupkan lahar panas yang sedang menuju klimaks, mendaki puncak, saat-saat yang paling nikmat. Dan akhirnya, pada tusukan yang terdalam, Ron menyemprotkan maninya kuat-kuat di dalam liang kewanitaan Seliana, sambil mengejang, melayang, bergetar. Pada detik-detik saat Ron melayang tadi, tiba-tiba kaki Seliana yang pada awalnya mengangkang, diangkatnya dan menjepit pinggul Ron kuat-kuat. Amat sangat kuat.

Lalu tubuhnya ikut mengejang beberapa detik, mengendor dan terus mengejang lagi, lagi dan lagi…, Seliana pun tidak sanggup menahan dorongan orgasme yang melandanya lagi, punggungnya melengkung ke atas, matanya terbeliak-beliak, serta keseluruhan tubuhnya bergetar dengan hebat tanpa terkendali, seiring dengan meledaknya kenikmatan orgasme di vaginanya. Orgasme kedua dari Seliana.

“Rooonn, aduuuh, Roon, aahhhhh…, aaduuhh…, nikmaaatt.., Roon….!”.

Ron tersenyum puas melihat tubuh Seliana terguncang-guncang karena orgasme selama 15 detik tanpa henti-hentinya. Kemudian tangan Seliana dengan eratnya menekan pantat Ron ke arah selangkangannya sambil kakinya menggelepar-gelepar ke kiri kanan. Ron pun terus menggerakkan penisnya untuk menggosok klitoris Seliana. Setelah orgasmenya selesai, tubuh Seliana langsung terkulai lemas tak berdaya, terkapar, dengan kedua tangan dan kakinya terbentang melebar ke kiri kanan. Seliana merasa bagian-bagian tubuhnya seolah terlepas dan badannya tidak dapat digerakkan sama sekali.

Setelah gelombang dahsyat kenikmatan yang melandanya surut, Seliana kembali ke alam nyata dan menyadari bahwa dia sedang terkapar di bawah tindihan badan kekar lelaki bule berkulit putih yang bukan suaminya yang baru saja memberikan kepuasan yang tiada tara padanya. Suatu perasaan malu dan menyesal melandanya, bagaimana dia bisa begitu gampang ditaklukkan oleh lelaki tersebut. Tanpa terasa air mata penyesalannya bergulir keluar dan Seliana mulai menangis tersedu-sedu. Dengan tubuhnya yang masih menghimpit badan Seliana, Ron mencoba membujuknya dengan memberikan berbagai alasan antara lain karena ia terlalu banyak minum sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.

Sambil membujuk dan mengelus-elus rambut Seliana dengan perlahan-lahan penisnya mulai tegang lagi dan dengan halus penisnya yang memang telah berada tepat di depan kemaluan Elis ditekan perlahan-lahan agar masuk ke dalam kewanitaan Seliana. Pada saat merasakan penis Ron mulai menerobos masuk ke dalam kewantaannya, Seliana bereaksi sedikit dengan mencoba memberontak lemah tapi akhirnya diam pasrah dan membiarkan penis besar tersebut masuk sepenuhnya ke dalam liang kewantaannya.

Dengan perlahan-lahan Ron menggerakkan badannya naik-turun, sehingga lama-kelamaan tubuh Seliana mulai terangsang kembali dan bereaksi, dan pergumulan kedua insan tersebut semakin lama semakin seru mendaki puncak kepuasan dan kenikmatan, terlupa akan segala penyesalan. Pertarungan mereka terus berlanjut sepanjang malam dan baru berhenti menjelang fajar menyingsing keesokan harinya.

Pukul 10 pagi keduanya baru terbangun dan terlihat Nita telah berpakaian rapi, sedang menikmati sarapan paginya sambil mengerling ke arah mereka dengan senyum-senyum rahasia. Pada mulanya Seliana merasa sangat malu terhadap Nita, tapi melihat reaksi Nita yang seperti itu, seakan-akan mengajak bersekutu, akhirnya Seliana menjadi terbiasa.

Tante Teman Ku Menikmati Kontol Perkasa Ku di Meki nya.

Saat itu aku di ajak ama temanku untuk melihat sebuah lukisan yang d buat oleh teman cewekku dia adalah adek kelasku satu tahun, sesampainya di rumahnya ada seorang wanita cantik dan seksi pokoknya top banget dah menurutku.

Eh Dit sapa tuh? tanyaku

Oooooo Tante aku tuh Ndry kenapa? Suka?..

Yeeee enak aja loe, jawabku.

Yuk aku kenalin ama Tante aku, ajak Dita

Haloooo Tanteeee, kata Dita..

Ehhh udah pulang Dita, tanya Tante Lisa?

Iya Tan, jawab Dita..

Oh iya Tan kenalin nih temen Dita.. lalu Tante Lisa mengulurkan tangannya begitu juga aku..

Lisa, katanya.

Andry, kataku, waaahh tangan nya lembut banget langsung otak aku jadi gak karuan untung Dita ngajak aku masuk kalo gak udah deh otak aku ngeressssss.

Sesudah aku ngeliat hasil lukisan si Dita aku ngobrol-ngobrol ama Dita dan Tante Lisa. Enak juga ngobrol ama tantenya Dita cepet akraban orangnya tapi setengah jam kemudian Dita pamit ke belakang dulu otomatis tinggal aku dan Tante Lisa saja berdua.

Tante Lisa yang memakai celana street dan kaos tipis membuat jatungku mulai gak karuan, tapi aku ngejaga supaya tidak ketauan kalo aku lagi merhatiin Tante Lisa, kami ngobrol ngalor ngidul lama-lama duduknya semakin dekat denganku waaahhhh,

Makin dag dig dug aja nih jantung aku.. gimana enggak Tante Lisa yang putih mulus itu duduknya ngangkang bebas banget pikirku apa dia kaga malu ama aku apa? Lambat laun pembicaraan kami mulai menjurus ke halhal yang berbau sex.

Ndry kamu punya cewe? tanyanya.

Blom tan, jawabku

Tante sendiri kok sendirian ?

Hhhmmmm gak kok kan ada Dita.

Maksud saya laki-laki yang jagain Tante siang dan malem lho.

Ooooooo Tante cerai sama om 2 tahun yang lalu Ndry

Tante gak kesepian..?

Tak tuh kan ada Dita.

Maksud saya yang nemenin Tante malem hari.

Ih kamu nakal yah. kata Tante Lisa sambil mecubit paha ku. Otomatis meringis kesakitan sambil tertawa hehehhehee

Bener Tante gak kesepian, aku bertanya lagi..? Tante Lisa bukanya menjawab, dia malah memeluku sambil menciumiku, aku kaget campur seneng. sewaktu kami begumul di ruang depan tiba-tiba Dita dateng,

Untung tadi pintu yang mau ke dapur tertutup kalo ketauan Dita bahaya nih.. kami menghentikan pagutan kami.. lalu Tante Lisa pun pergi ke kamarnya sambil malu-malu. Setelah Dita datang aku langsung pamitan, lalu aku pamitan ama Tante Lisa.

Tante, Andry pulang dulu, kataku.

Lho kok buru-buru? tanya Tante Lisa sambil keluar kamar.

Ada keperluan lain Tan, jawab ku

Lain kali ke sini lagi yah, kata Tante Lisa sambil mengerlingkan matanya:..

Ooooo iya Tante, kataku sedikit kaget, tapi agak seneng juga

Setelah kejadian itu aku jadi kangen ama Tante Lisa.. suatu hari aku lagi jalan sendirian di mall, aku gak nyangka kalo ketemu ama Tante Lisa..

Allo Tante, sapaku

Hi Andry, jawabnya..

Mau kemana Ndry.?

Hhhhmmm lagi pengen jalan aja Tante.

Kamu ada waktu.?

Kalo gak ada gak papa..

Emang mau ke mana Tan.?

Temenin Tante makan yuk..

Waaaahhhhh tawaran itu gak mungkin aku tolak jarang jarang ada yang traktir aku, maklum aku anak kostan heueuehueuh. Tanpa berpikir panjang aku langsung meng iya kan tawarannya.

Setelah kami makan Tante Lisa ngajak aku keliling sekitar Bandung.. Tanpa kita sadari kalo malam udah larut.. Waktu itu jam menunjukan pukul 22.30, lalu aku ngajak Tante Lisa pulang, aku di anter ama Tante Lisa sampai depan rumah kostan aku

Tapi sebelum aku keluar dari mobil aku kaget campur seneng Tante Lisa menarik badan aku lalu menciumiku dengan ganas. Kami berpagutan lumayan lama. Lama-lama aku makin panas lalu aku ajak Tante Lisa masuk ke dalam kostan aku.

Setelah kami masuk  ke dalam kost, Tante Lisa menubruk badan aku hingga kami berdua jatuh di atas kasur. Kemudian kami beerciumana lagi.tanganku yang nakal mulai mengerayangi badan Tante Lisa yang sexy.

Setelah itu aku buka tank top Tante Lisa.. wooowwwww ternyata dia tidak memakai BH itu membuat aku gampang buat menikmati indahnya payudara Tante Lisa yang indah itu.. Tante Lisa mulai mengerang keenakan.

Ooooooohhhh.. Andryyy.. remas terushhhh, kata Tante Lisa mendesah.

Mendengar itu aku makin menggila

Aku gigit putting susu Tante Lisa

Aaaccchhhhhh enak sayang.. terussshhh

Lalu aku buka celana jeans Tante Lisa sambil terus kupermain kan gundukan kembar itu dengan rakus setelah aku buka celana jean tante Lisa, aku buka CD Tante Lisa yang berwarna hitam itu.. ooooohhhhh indah betul pemandangan malam ini gumamku dalam hati Lalu aku pun menyuruh Tante Lisa buat membuka pahanya lebarlebar..

Baik sayang. lakukan apa yang kau mau..

Lalu aku benamkan muka aku ke selangkangan Tante Lisa.

Aaaaacccchhhhhhhhhhhh.. geli sayang.jerit Tante Lisa, badannya bergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri menahan nikmat aaaaccchhhhhhh terus sayang.. oooohhhhhhhh

Aku jilat, gigit, jilat lagi hhhhmmmmmmm memek Tante Lisa harum

Lalu tangan Tante Lisa mencaricari sesuatu di balik celana dalam ku

Wwoooooowwwww, jeritnya.

Aku gak percaya punyaan kamu gede ndry

Tante suka? tanyaku.

Suka banget..

Lalu kupermainkan lagi memeknya, kami bermain 69 Tante Lisa melumat kontolku dengan rakusnya, sampai tiba saatnya dia mulai merengekrengek supaya kontolku dimasukkan ke dalam liang memeknya.

Ndryyyy.. sekarang sayang aku gak kuaatttthhh.!!!

Sekarang Tante..?

Iya sayang cepaaattt. Lalu aku menaiki badan Tante Lisa perlahan-lahan aku masukin kontol aku oooooohhhhhh sleeeepp perlahanlahan kontolkupun kubenamkan.

Tante Lisa sedikit teriak Aaaaaccccchhhhhhh Ndryyyyy. Memek Tante Lisa masih sempit, hangat aahhh.. pokoknya enak banget

Masukin yang dalem Ndryy oooohhhhhhh.!!!

Goyangin Tante.. Slepppp sleppppp sleeppppp.. kontolku keluar masuk. Ooohhhh.

ooohhhhhhh.. ooohhhhhhhh kami berpacu untuk mencapai klimaks dan akhirnya kami pun keluar sama sama.

Setelah kami puas bercinta, kamipun tertidur pulas dan bangun kesiangan untung waktu itu temen-temen sekostanku sedang mudik, jadi aku gak terlalu khawatir.

Kamu hebat tadi malam Ndry sampe aku kewalahan lalu Tante Lisa pun pamitan untuk pulang lalu dia berkata Lain kali kita main lagi yah aku masih penasaran ama kamu Ndry.

Kalo kamu mau apa-apa bilang aja ama Tante ya jangan sungkan-sungkan!!..

Baik Tante, kataku lalu Tante Lisa pun pulang dengan wajah berseri-seri .Setelah kami melakukan percintaan itu kamipun melakukannya berulang kali dan hubungan kamipun masih berlanjut hingga kini,

Tapi hubungan yang tanpa ikatan, hanya hubungan antara orang yang haus akan sex.. dan semenjak itu akupun diajari berbagai jurus dalam permainan sex mulai dari doggy style sampai berbagai jurus yang sangat nikmat.

Setelah aku berhubungan dengan Tante Lisa kebutuhan akan sehari-hari aku lebih dari cukup apapun yang aku minta dari Tante Lisa dia pasti memberikannya, soalnya dia bilang permainan ranjangku hebat sekali dan adikku ini lumayan besar, katanya.. dan aku bisa ngebikin Tante Lisa puas.

Selama kami berhubungan, Dita temanku itu dan sepupu Tante Lisa itu tidak pernah mengetahuinya, kalo dia tahu berabe deh.. heheheheheheheh.