Kontol sopirku mengobok memek majikannya.

Aku ingin menceritakan pengalaman berkesanku dan aku lakukan pertama kalinya perkenalkan namaku Fitri mahasiswi perguruan tinggi di Bandung. Saat malam hari aku sendirian di rumah ayahku masih di kantor sedangkan ibuku ikut seminar dan di rumah hanya aku dan sopirku di tambah pembantuku.Sopirku bernama Yudha  dia usianya 32 tahun dan sudah menikah tetapi istrinya tinggal di Palembang. Aku merasakan kecapekan setelah seharian aku jalan-jalan dan aku ingin sekali tidur tetapi entah mengapa aku tidak bisa memejamkan mataku ini lalu aku mempunyai ide untuk menelepon temanku Dewi untuk aku ajak ngobrol melalui telepon.

Telepon Dewi angkat awalnya kami ngobrol biasa saja tetapi tidak tahu kenapa tiba-tiba Dewi nafasnya memburu dan terdengar teriakan-teriakan juga suara seorang cowok yang seperti suara pacar Dewi. Aku hanya memdengar suara-suara teriakan kesakitan tetapi juga seperti merasakan sesuatu kenikmatan dan teleponpun terputus dengan sendirinya.Pikiranku melayang kemana-mana dan aku mulai memikirkan tentang seseorang yang sedang berhubungan badan. Aku semakin terangasang setelah mendengar suara Dewi juga khayalanku sendiri dan akupun membuka kaos ketatku, bra, serta celana dalam aku meremas payudaraku dan memasukkan jariku ke vaginaku.

Aku kocok vaginaku hingga aku pun menyapai orgasme ditempat tidur, aku merasa puas dan akupun memakai bajuku lalu merencanakan untuk pergi makan.Aku cari sopirku kemana-mana tetapi tidak ada hingga aku temukan dia dikamar tidurnya, dia tertidur pulas dengan hanya mengunakan kaos tanpa lengan dan sarung.Aku mau membangunkan dia tetapi melihat dia tertidur pulas akupun mengurungkan niatku untuk membangunkan dia, kasihan dia kecapekan setelah mengantar aku seharian jalan-jalan pikirku.Sebelum aku meninggalkan kamarnya mataku tiba-tiba tertuju pada tonjolan yang ada dibalik sarungnya sehingga membuat aku ingin mengetahui bagaimana wujud tonjolan itu.Aku beranikan diri untuk melihat tonjolan itu dari bawah lalu aku singkapkan sarungnya secara perlahan, aku terkejut melihatnya karena dia tidak memakai celana dalam sehinnga aku bisa melihat dengan leluasa penis yang agak berdiri dan membuat aku ingin memegang, mengelus, dan mengulumnya.Aku ingin sekali memegangnya tetapi aku takut sopirku nanti terbangun dan dia akan marah terhadapku, dengan tangan yang gemetaran juga dingin dan jantung yang berdetak kencang aku beranikan diri untuk memegangnya.

Aku singkapkan sarungnya lebih keatas dan akupun mulai memegangnya, terasa hangat dan membuat tanganku yang tadinya dingin menjadi hangat.Aku semakin tertarik untuk menikmatinya lagi, aku elus berkali-kali penisnya hingga berdiri dan semakin panjang penis itu. Jantungku semakin berdetak kencang tetapi keinginanku untuk melakukan yang lebih lagi juga semakin besar maka ku putuskan untuk mencoba mengulumnya.Ku jilati serta memberikan gigitan kecil pada buah pelirnya yang berwarna kecoklatan hingga membuat aku makin bernafsu dan sedikit demi sedikit aku mulai menuju penis yang telah berdiri.

Aku masukkan secara perlahan terasa hangat yang disertai rasa asin dan masuklah penis itu sampai pada ujung tenggorokanku, aku coba masuk dan keluarkan sehingga membuat tubuhku mengeluarkan keringat yang di ikuti rasa gemetaran.Payudaraku terasa semakin membesar dan mengeras sehingga membuat braku terasa sesak juga vaginaku yang terasa mengeluarkan cairan. Akupun semakin tidak bisa menahan nafsuku yang sudah memuncak lalu aku semakin mempercepat kulumanku sehingga membuat penis sopirku licin karena liurku.

Di saat aku sedang keenakkan melakukan kuluman di penis sopirku tiba-tiba aku terkejut oleh teriakan sopirku dan mencabut penisnya dari mulutku. Dia lalu berdiri dan memarahi aku, dia merasa bersalah pada orang tuaku karena membiarkan aku melakukan hal ini, akupun tidak mau menyerah begitu saja dan karena aku tidak bisa menahan nafsuku lagi yang seperti mau meledak akupun mengancam sopirku dengan mengatakan pada ayahku bahwa aku telah diperkosa sopirku juga akan mengatakan pada istrinya kalau tidak mau melayani kenginanku. Dia ketakutan dan menyerah padaku, akupun tidak menyia-nyiakannya langsung saja aku melepas sarungnya dan aku jongkok didepannya. Kulihat wajah sopirku terlihat wajahnya menampakkan kesedihan tetapi aku tidak mempedulikannya.

Aku tidak peduli bagaimana perasaan sopirku, aku hanya ingin kenikmatan seperti yang telah temanku rasakan. Aku ingin membuat dia agresif terhadapku dan melupakan istrinya sesaat, karena keinginanku itu aku mulai melakukan rangsangan terhadapnya.Kukulum lagi penisnya yang telah lemas tanpa canggung dan takut lagi pada sopirku, kupercepat kulumanku sehingga membuat penisnya kembali berdiri. Aku sangat menikmati penis.“Ehhmm.. Enak.. Ehmm” dan aku merasa bahagia karena membuat dia mulai terangsang yang mulai menunjukkan ke agresifannya.

Sopirku mendesis menikmati kulumanku. “Ough.. Terus.. Cepat.. Ouh Fitri”Hanya itu saja kata yang keluar dari mulutnya akupun semakin bersemangat dan semakin mempercepat kulumanku.Hingga beberapa kuluman penisnya terasa semakin membesar dan menegang juga disertai denyutan dan dia pun memegang kepalaku juga memcambak rambutku dengan kasar dia semakin memaju mundurkan kepalaku dan akupun semakin bersemangat karena aku tahu dia akan sampai.

“Ouhh.. Ouuhh aku sampai aku sampai Fitri ough” dan keluarlah spermanya ke mulutku hingga mulutku tidak muat untuk menampungnya.Spermanya terasa hangat, asin, dan baunya membuat diriku ingin memuntahkan sperma itu dari mulutku tetapi dia menarik kepalaku lalu mencium aku. Ciumannya yang sangat bersemangat kepadaku membuat aku terpakasa untuk menelan spermanya untuk mengimbangi permainan bibir itu.Aku merasa kerepotan untuk mengimbanginya karena baru kali ini aku dicium oleh cowok, dia terus mencium aku dan tangannya mulai menyelinap masuk ke kaosku. Tangannya menuju ke payudaraku, dia meremas-remasnya sehingga membuat nafasku semakin memburu yang disertai degupan jantung yang cepat. Dia semakin agresif dengan membuka kaos ketatku, rok, bra serta celana dalamku.

Kunjungi situs judi terbaik di http://www.dewasatu1.com atau link alternatif di http://3.1.0.255 Situs poker terbaik di http://www.langitpoker3.com

Terbukalah sudah apa yang selama ini aku tutupi, aku merasa risih karena baru kali ini aku telanjang dihadapan cowok sehinnga tangankupun secara spontan menutup vaginaku juga payudaraku. Tetapi karena nafsuku yang semakin memuncak maka aku biarkan tubuhku telanjang dan akupun dengan agresif melucuti kaosnya.Sekarang kita benar-benar telanjang bulat, kita saling berhimpitan sehingga penis yang telah mengacung itu menempel pada vaginaku. Aku ingin sekali merasakan penis itu masuk ke vaginaku dan aku telah mencoba memasukannya tetapi tidak bisa, dengan terpaksa aku hanya mengesekkan penisnya ke vaginaku dan itu membuat aku semakin bernafsu.Setelah dia puas mencium aku dia menurunkan kepalanya menuju kaki, dia menciumi kakiku sampai ke vaginaku. Dia menjilati vaginaku, menyedot vaginaku dan juga memberikan gigitan kecil pada vaginaku sehingga membuat aku tak bisa menahan getaran tubuhku.Semakin dia mempercepat jilatannya semakin keras pula erangan serta desissan yang keluar dari mulutku.

Tanganku berpegangan pada kepalanya dan akupun menekan kepalanya serta mengangkat salah satu kakiku kepundaknya agar bisa semakin masuk ke vaginaku, jilatan dia membuat aku tak bisa lagi menahan tubuhku sendiri. Tubuhku melengkung ke belakang dan kepalaku medongak keatas yang disertai keringat yang semakin mengucur deras.“Auhh.. Ouhh..”Dia terus menjilati vaginaku sehingga membuat aku semakin tidak tahan “Ough.. Yes.. Ouugh.. Aku keluar” dan akupun mengalami orgasmeku yang pertama, aku merasa kenikmatan yang luar biasa karena baru kali ini kali mengalami orgasme bersama cowokSopirku menghisap-hisap vaginaku hingga terasa kering, nafasku yang tadinya memburu sekarang sudah mulai reda. Aku yang telah mengalami orgasme terasa badanku lemas tetapi sopirku masih saja semangat, dia mengendongku ke tempat tidur dan menjatuhkanku.

Dia bermain di payudaraku yang berukuran sedang putih bersih kemerahan, sopirku mengulum, menyedot, meremas dan juga menggigit-gigit payudaraku. Permainan mulutnya sanggup menaikkan kembali nafsuku, sopirku sangat menikmati payudaraku dan dia selalu memuji payudaraku yang kenyal dan kencang itu.Aku yang ingin kembali menikmati penis sopirku segera aku menggulingkan sopirku disampingku, aku menindihnya dengan vaginaku menghadap ke muka sopirku dan kita pun saling melakukan rangsangan. Aku kembali mengulum penisnya sedangkan dia menjilati vaginaku.Permainan lidahnya yang liar di vaginaku membuat tak kuasa menahan nafsuku yang mau meledak dan dengan segera akupun minta untuk memasukkan penisnya ke vaginaku dan diapun mengijinkannya.

Aku membalikkan badan dan sekarang penis itu tepat di bawah vaginaku, aku memegang penis itu dan mengarahkannya ke vaginaku tetapi aku tidak bisa memasukkannya terasa sulit walaupun vaginaku telah basah.Penis sopirku seperti tidak mau masuk penisnya selalu ke kanan atau ke kiri. Sopirku pun membantuku, dia memegang penisnya sedangkan tangan satunya menuju vaginaku dan memasukkan jarinya ke vaginaku, akupun terkaget dan berteriak “Ouhh”.Jarinya maju mundur dan seperti mengaduk vaginaku, sopirkupun mengeluarkan jarinya lalu mencoba memasukkan penisnya ke vaginaku.Secara mengejutkan penis itu masuk dengan mudah, aku terkaget merasakannya lalu berteriak “Auhh.. Ough..”

Dan mataku melotot serta kepalaku mendongak ke atas. Vaginaku terasa penuh dan disertai rasa nyeri yang sangat hebat tetapi sopirku duduk menghiburku dengan menciumku.Dia menyuruhku naik turun tetapi itu sulit bagiku karena baru yang pertama aku melakukannya, aku mencoba naik turun rasanya nikmat sekali merasakan dua alat kelamin bergesekan tetapi tetap rasa nyeri tetap ada.Akhirnya akupun lancar menaik-turunkan, melihat itu sopirku semangat dia mulai meremas payudaraku dan mulai melakukan gerakan juga. Lama-kelamaan rasa nyeri itu berubah menjadi rasa nikmat tiada duanya dengan cepat aku menaik turunkan. Gesekan itu sangat nikmat Mayambah lagi remasan sopirku di payudaraku.

“Uhh.. Aauhh.. Oouughh” aku terus mendesis.

Malam yang sunyi kembali berisik oleh bunyi kocokan serta teriakanku, kulihat sopirku sekali memejamkan mata menikmati kocokanku. Hingga beberapa lama kita tetap pada posisi itu dan akupun merasakan sesuatu yang mau meledak di vaginaku.“Ouhh.. Ouughh.. Aku sampai” akupun merasakan orgasme yang kedua kali.Tenaga yang habis membuat aku tidak dapat menahan tubuhku dan akupun rubuh diatas sopirku. Dengan penis yang masih menancap di vaginaku sopirku membalikkanku hingga dia berada diatas, dia kembali mengocok vaginaku yang telah kelelahan dengan semangat yang masih memburu diapun ingin mengalami orgasme maka akupun melayani dia walaupun tenagaku sudah habis.

Sopirku merasa tidak puas dengan posisi dia diatas dan dia meminta aku untuk duduk dipangkuannya dan dia dengan semangat kembali mengocok. Aku yang sudah lemas masih mencoba mengimbagi kocokannya, aku mencoba memaju-mundurkan pantatku walaupun sudah lemas.Dia semakin semangat untuk mengocokku dengan buas dia juga menggigit payudaraku dan itu sangat membuat diriku kembali terangsang. “Oouuh.. Ouuhh.. Uuhh”Akupun di buat tidak berdaya dan lagi-lagi aku dibuat orgasme untuk ketiga kalinya. “Uuhh.. Ouugh.. Kau hebat Yudha.. Ouugh”.

Dengan orgasmeku yang ketiga tubuhku semakin lemas tak berdaya, posisi kami tetap duduk dan aku terus saja memuji dia “Kau hebat Dika” kataku.Sopirku menyuruhku untuk menungging dengan lemas dan antara sadar dan tidak aku masih menurutinya. Dia masih tidak bosan mengerjai vaginaku. Dia masih dengan semangat tetap mengocok serta meremas payudaraku dan kadang-kadang meremas pantat ku. Jarinya juga masuk ke anusku.“Ouugh.. Ougghh.. Ougghh” kataku semakin menikmati, dengan kasar dia mengocok vaginaku dan juga anusku. Dengan kocokan dari anus dan vagina tubuhku semakin tak karuan dibuatnya.“Ouuhh.. Ougghh.. Terus Yudha”Tak berselang lama aku merasakan lagi orgasme yang ke empat.

“Oouuhh.. Kau hebat.. Oughh.. Aku aku dapat ough..”Dan dia pun mengikuti mengalami klimaks dengan sperma yang masih banyak. Semprotan spermanya membuat mataku terbelalak dan aku pun merasakan kenikmatan, spermanya tidak dapat tertampung di vaginaku sehingga jatuh ke sprei.Kitapun terjatuh bersamaan di tempat tidur, sopirku berada disampingku dan dia masih mencium serta meremas pantat dan payudaraku. Setelah nafasku mulai reda akupun langsung keluar dari kamarnya dengan masih telanjang dan berjalan dengan gontai, sopirku pun tertidur lagi.Begitulahku bersama sopirku yang baru aku alami,Aku tidak kecewa walaupun keperawananku telah hilang tetapi aku senang mendapat pengalaman yang berharga.

Ku Entot pembantu-ku yang binal.

Aku adalah seorang ayah dari 2 orang anak lelaki yang berusia 9 dan 4 tahun. Isteriku bekerja sebagai Manager di suatu prusahaan swasta. Kehidupan rumah tanggaku harmonis dan bahagia, kehidupan seks-ku dengan isteriku tidak ada hambatan sama sekali. Kami memiliki seorang pembantu, Yuli namanya, berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan masih lugu karena kami dapatkan langsung dari desanya di Jawa Timur. Wajahnya biasa saja, tidak cantik juga tidak jelek, kulitnya bersih dan putih terawat, badannya kecil, tinggi kira-kira 157 cm, tidak gemuk tapi sangat ideal dengan postur tubuhnya, buah dadanya lumayan besar.Cerita ini terjadi pada tahun 2020, berawal ketika aku pulang kantor kurang lebih pukul 14:00, jauh lebih cepat dari biasanya yang pukul 19:00. Anakku biasanya pulang dengan ibunya pukul 18:30, dari rumah neneknya. Seperti biasanya, aku langsung mengganti celanaku dengan sarung kegemaranku yang tipis tapi adem, tanpa celana dalam. Pada saat aku keluar kamar, nampak Yuli sedang menyiapkan minuman untukku, segelas besar es teh manis.

Pada saat dia akan memberikan padaku, tiba-tiba dia tersandung karpet di depan sofa di mana aku duduk sambil membaca koran, gelas terlempar ke tempatku, dan dia terjerembab tepat di pangkuanku, kepalanya membentur keras kemaluanku yang hanya bersarung tipis. Spontan aku meringis kesakitan dengan badan yang sudah basah kuyup tersiram es teh manis, dia bangun membersihkan gelas yang jatuh sambil memohon maaf yang tidak henti-hentinya.

Semula aku akan marah, namun melihat wajahnya yang lugu aku jadi kasihan, sambil aku memegangi kemaluanku aku berkata, “Sudahlah nggak pa-pa, cuman iniku jadi pegel”, sambil menunjuk kemaluanku.
“Yuli harus gimana Pak?” tanyanya lugu.
Aku berdiri sambil berganti kaos oblong, menyahut sambil iseng, “Ini musti diurut nih!”
“Ya, Pak nanti saya urut, tapi Yuli bersihin ini dulu Pak!” jawabnya.

Aku langsung masuk kamar, perasaanku saat itu kaget bercampur senang, karena mendengar jawaban pembantuku yang tidak disangka-sangka. Tidak lama kemudian dia mengetuk pintu, “Pak, Mana Pak yang harus Yuli urut..” Aku langsung rebah dan membuka sarung tipisku, dengan kemaluanku yang masih lemas menggelantung. Sum menghampiri pinggir tempat tidur dan duduk.
“Pake, rhemason apa balsem Pak?” tanyanya.
“Jangan.. pake tangan aja, ntar bisa panas!” jawabku.

Lalu dia meraih batang kemaluanku perlahan-lahan, sekonyong-konyong kemaluanku bergerak tegang, ketika dia menggenggamnya.
“Pak, kok jadi besar?” tanyanya kaget.
“Wah itu bengkaknya mesti cepet-cepet diurut. Kasih ludahmu aja biar nggak seret”, kataku sedikit tegang.
Dengan tenang wajahnya mendekati kemaluanku, diludahinya ujung kemaluanku.
“Ah.. kurang banyak”, bisikku bernafsu.
Kemudian kuangkat pantatku, sampai ujung kemaluanku menyentuh bibirnya, “Dimasukin aja ke mulutmu, biar nggak cape ngurut, dan cepet keluar yang bikin bengkak!” perintahku seenaknya.

Kunjungi situs judi terbaik di http://www.dewasatu1.com atau link alternatif di http://3.1.0.255 Situs poker terbaik di http://www.langitpoker3.com

Perlahan dia memasukkan kemaluanku, kepalanya kutuntun naik turun, awalnya kemaluanku kena giginya terus, tapi lama-lama mungkin dia terbiasa dengan irama dan tusukanku. Aku merasa nikmat sekali. “Akh.. uh.. uh.. hah..” Kulumannya semakin nikmat, ketika aku mau keluar aku bilang kepadanya, “Yul nanti kalau aku keluar, jangan dimuntahin ya, telan aja, sebab itu obat buat kesehatan, bagus sekali buat kamu”, bisikku. “Hepp.. ehm.. Hhm”, jawabnya sambil melirikku dan terus mengulum naik turun.

Akhirnya kumuncratkan semua air maniku. “Akh.. akh.. akh.. Yul.. Yum.. enakhh..” Pada saat aku menyemprotkan air maniku, dia diam tidak bergerak, wajahnya meringis merasakan cairan asing membasahi kerongkongannya, hanya aku saja yang membimbing kepalanya agar tetap tidak melepas kulumannya.

Setelah aku lemas baru dia melepaskan kulumannya, “Udah Pak?, apa masih sakit Pak?” tanyanya lugu, dengan wajah yang memelas, bibirnya yang basah memerah, dan sedikit berkeringat. Aku tertegun memandang Yyl yang begitu menggairahkan saat itu, aku duduk menghampirinya, “Yul kamu capek ya, apa kamu mau tahu kalau kamu diurut juga kamu bisa seger kayak Bapak sekarang!”
“Nggak Pak, saya nggak capek, apa bener sih Pak kalo diurut kayak tadi, bisa bikin seger? tanyanya semakin penasaran. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan sambil meraih pundaknya kucium keningnya, lalu turun ke bibirnya yang basah dan merah, dia tidak meronta juga tidak membalas. Aku merasakan keringat dinginnya mulai keluar, ketika aku mulai membuka kancing bajunya satu persatu, sama sekali dia tidak berontak hingga tinggal celana dalam dan Bh-nya saja.

Tiba-tiba dia berkata, “Pak, Yul malu Pak, nanti kalo Ibu dateng gimana Pak?” tanyanya takut.
“Lho Ibu kan baru nanti jam enam, sekarang baru jam tiga, jadi kita masih bisa bikin seger badan”, jawabku penuh nafsu. Lalu semua kubuka tanpa penutup, begitu juga aku, kemaluanku sudah mulai berdiri lagi. Dia kurebahkan di tepi tempat tidur, lalu aku berjongkok di depan dengkulnya yang masih tertutup rapat, “Buka pelan-pelan ya, nggak pa-pa kok, aku cuma mau urut punya kamu”, kataku meyakinkan, lalu dia mulai membuka pangkal pahanya, putih, bersih dan sangat sedikit bulunya yang mengitari liang kewanitaannya, cenderung botak.

Dengan ketidaksabaranku, aku langsung menjilat bibir luar kewanitaannya pembantu lugu korban seks majikan, tanpa ampun aku jilat, sesekali aku sodokkan lidahku ke dalam, “Akh.. Pak geli.. akh.. akuhhfh..” Klitorisnya basah mengkilat, berwarna merah jambu. Aku hisap, hanya kira-kira 5 menit kulumat liang kewanitaannya, lalu dia berteriak sambil menggeliat dan menjepit kepalaku dengan pahanya serta matanya terpejam. “Akh.. akh.. uahh..” teriakan panjang disertai mengalirnya cairan dari dalam liang kewanitaannya yang langsung kujilati sampai bersih.

“Gimana Yul, enak?” tanyaku nakal. Dia mengangguk sambil menggigit bibir, matanya basah kutahu dia masih takut. “Nah sekarang, kalau kamu sudah ngerti enak, kita coba lagi ya, kamu nggak usah takut!”. Kuhampiri bibirnya, kulumat bibirnya, dia mulai memberikan reaksi, kuraba buah dadanya yang kecil, lalu kuhisap-hisap puting susunya, dia menggelinjang, lama kucumbui dia, hingga dia merasa rileks dan mulai memberikan reaksi untuk membalas cumbuanku, kemaluanku sudah tegang.
ngentot memek perawan pembantu ku yang seksi

Kemudian kuraba liang kewanitaannya yang ternyata sudah berlendir dan basah, kesempatan ini tidak kusia-siakan, kutancapkan kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya, dia berteriak kecil, “Aauu.. sakit Pak!”. Lalu dengan perlahan kutusukkan lagi, sempit memang, “Akhh.. uuf sakit Pak..”. Melihat wajahnya yang hanya meringis dengan bibir basah, kuteruskan tusukanku sambil berkata, “Ini nggak akan lama sakitnya, nanti lebih enak dari yang tadi, sakitnya jangan dirasain..” tanpa menunggu reaksinya kutancapkan kemaluanku, meskipun dia meronta kesakitan, pada saat kemaluanku terbenam di dalam liang surganya kulihat matanya berair (mungkin menangis) tapi aku sudah tidak memikirkannya lagi, aku mulai mengayunkan semua nafsuku untuk si Sum.

Hanya sekitar 7 menit dia tidak memberikan reaksi, namun setelah itu aku merasakan denyutan di dalam liang kewanitaannya, kehangatan cairan liang kewanitaannya dan erangan kecil dari bibirnya. Aku tahu dia akan mencapai klimaks, ketika dia mulai menggoyangkan pantatnya, seolah membantu kemaluanku memompa tubuhnya. Tak lama kemudian, tangannya merangkul erat leherku, kakinya menjepit pinggangku, pantatnya naik turun, matanya terpejam, bibirnya digigit sambil mengerang, “Pak.. Pak terus.. Pak.. Yul.. Yull..Yul.. daapet enaakhh Pak.. ahh..” mendengar erangan seperti itu aku makin bernafsu, kupompa dia lebih cepat dan.. “Sum.. akh.. akh.. akh..” kusemprotkan semua maniku dalam liang kewanitaannya, sambil kupandangi wajahnya yang lemas. Aku lemas, dia pun lemas.

“Yul aku nikmat sekali, habis ini kamu mandi ya, terus beresin tempat tidur ini ya!”, suruhku di tengah kenikmatan yang kurasakan.
“Ya Pak”, jawabnya singkat sambil mengenakan pakaiannya kembali.
Ketika dia mau keluar kamar untuk mandi dia berbalik dan bertanya, “Pak.. kalo pulang siang kayak gini telpon dulu ya Pak, biar Yul bisa mandi dulu, terus bisa ngurutin Bapak lagi”, lalu ngeloyor keluar kamar, aku masih tertegun dengan omongannya barusan, sambil menoleh ke sprei yang terdapat bercak darah perawan Sum.

Saat ini Sum masih bekerja di rumahku, setiap 2 hari menjelang menstruasi (datang bulannya sangat teratur), aku pulang lebih awal untuk berhubungan dengan pembantuku, namun hampir setiap hari di pagi hari kurang lebih pukul 5, kemaluanku selalu dikulumnya saat dia mencuci di ruang cuci, pada saat itu isteriku dan anak-anakku belum bangun.

Aku Horny Melihat Istriku Di Entot Pria Lain

Ini semua memang salah ku..
Aku yang memulai nya duluan,

Namaku Samsul dan Istriku bernama Selly …

Empat tahun kami menikah belum dikaruniai anak.
Aku karyawan disebuah perusahaan dengan gaji lumayan, Posisi ku head HRD.
Sebenarnya gajiku standar kantoran meskipun diatas sedikit daripada karyawan biasa karena posisi ku. Tapi yang membuatku berlimpah uang pada saat itu karena aku ada main dengan supplier solar, dan bos ku tidak tahu itu.
Skip …

Beberapa kali aku kepergok sama istriku sedang main serong dengan perempuan lain..
Ya kau tahu lah…
Jajan …

Laki laki memang gitu kalau sudah punya banyak duit …
Kami bertengkar hebat, dan istriku selalu minta cerai tapi aku melarang nya karena aku masih sayang.
Aku bilang padanya bahwa aku hanya jajan dan tak ada perasaan apapun dengan perempuan-perempuan itu.
Lama kelamaan istriku bosan menegur ku dan mulai acuh tak acuh dengan kelakuan ku yang suka jajan perempuan.

Skip…

Beberapa bulan berlalu, istriku mulai berubah..
Dia bersikap masa bodo dengan kelakuanku…
Sampai suatu ketika aku bilang kepada istriku bahwa aku akan keluar kota selama tiga hari dan dia hanya menjawab “ya”, karena dia tahu selain ngurus kerjaan diluar kota, aku juga pasti jajan perempuan seperti kebiasaanku yang sudah sudah dan dia sekarang tak perduli lagi.
Keesokan pagi nya aku berkemas pakaian yang akan dibawa keluar kota karena aku akan berangkat jam 11 siang.
Nah pada saat berkemas itu, aku melihat sebuah kartu pintu hotel… sebuah hotel ternama di kota kami yang akses masuk nya menggunakan kartu itu.
Aku kaget…
Dan aku mikir sejenak, apakah ini kartu akses masuk milikku yang lupa aku kembalikan ke pihak hotel?
Aku lupa..
Lalu kemudian aku simpan saja kartu itu di saku celanaku …
Skip …
Pada saat istriku menyiapkan sarapan, iseng aku memainkan handphone miliknya dan membuka pesan whatsapp…
Alangkah terkejutnya aku…
Obrolan whatsapp yang begitu mesra nya bersama seorang pria yang bernama Heru …
Aku tahu.. heru adalah mantan kekasihnya dulu ….
Semakin lama aku semakin panas dan terbakar api cemburu saat membaca pesan chat itu …
Ingin aku mengamuk dan marah marah ….
Tapi rasa penasaran ku terus bergelora dan membaca setiap pesan whatsapp istriku dan Heru ….
Setiap obrolan dalam pesan itu menyiratkan bahwa mereka kembali menjalin kisah asmara…
Dan pesan itu bukti jelas mungkin beberapa kali mereka sudah melakukan hubungan badan …

Sial !
Brengsek!

Ingin aku marah dan mengamuk
Tapi aku berkaca bahwa diriku sendiri tak suci..
Aku bahkan lebih bejat dengan terang terangan mengaku jajan perempuan kepada istriku

Dan beberapa chat terakhir…
Menyiratkan bahwa mereka akan ngamar nanti malam di sebuah hotel…

“Hotel…!?” aku mengernyitkan dahi …

Sebuah hotel disebutkan dalam pesan chat itu, lalu kemudian aku bergegas mengeluarkan kartu hotel di saku celana ku..

“SAMA!”

Rupanya kartu pintu hotel yang kutemui di meja kamar itu adalah pemberian Heru untuk istriku agar istriku bisa masuk kekamar hotel dengan bebas. Rupanya sejak beberapa hari yang lalu mereka sudah melakukan hubungan sseksual dikamar itu pada saat aku bekerja…

“Hotel xxxxx lantai 7 no 7901..”

Sebuah nama hotel lengkap dengan no lantai dan nomor kamar di beberapa pesan terakhir pesan chat istriku dengan Heru

Kemudian diikuti beberapa chat mesra dan erotis …

Kunjungi situs judi terbaik di http://www.dewasatu1.com atau link alternatif di http://3.1.0.255 Situs poker terbaik di http://www.langitpoker3.com

“nanti malam lagi ya….” sebuah chat terakhir sebagai penutup diikuti dengan emoticon kiss

Jantung ku berdegup kencang disertai amarah mengetahui kenyataan itu ….
Ingin kubanting handphone itu dan langsung melabrak istriku..

Tapi akal sehatku masih dapat menguasai amarah …
Aku tahu…
Nanti malam mereka berencana untuk bertemu lagi di hotel yang sama… tapi entah jam berapa mereka akan masuk lagi…

Aku mengembalikan keadaan handphone itu seperti semula dan menyimpan kartu masuk hotel itu di saku celanaku …
Aku punya rencana lain…

===
Hari itu aku pamit kepada istriku untuk berangkat keluar kota dengan menggunakan mobil pribadi.
Itu biasa ku lakukan agar lebih bebas keluyuran jika menggunakan mobil pribadi.
Tapi aku sebenarnya tidak keluar kota …
Aku parkir disebuah mall yang jaraknya tak jauh dari hotel tempat istriku berjanji dengan Heru lalu berjalan kaki menuju hotel itu dan memesan sebuah kamar.
Aku berpesan kepada receptionist hotel agar diberikan kamar yang menghadap sebelah barat, dimana aku bisa melihat lapangan parkir dan mengawasi mobil istriku jika ada ….

Seharian aku menunggu saja dikamar, bahkan aku hanya memesan layanan kamar untuk dibawakan makan siang karena aku khawatir kepergok istriku berada dihotel yang sama …
Hari itu hingga menjelang malam hatiku dalam keadaan was was dan kalut
Jantung ku berdegup tak karuan dengan ap ayang akan kuhadapi …
Situasi ini membuatku lebih was was daripada kepergok istriku jajan dengan perempuan lain
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tak ada tanda-tanda mobil istriku di parkiran mobil yang kuawasi …
Akhirnya aku memberanikan diri keluar kamar dan menuju lantai 7 menuju kamar 7901 …

Jantung ku terus saja berdegup cepat mendekati pintu kamar itu..
Aku sempat ragu ragu …
Ah tapi aku nekat..
Kuputuskan untuk masuk menggunakan kartu kamar yang kudapat
Sesaat pintu kamar itu berhasil terbuka, aku semakin khawatir dan takut jika yang menghuni kamar justru orang lain …
Atau lebih buruk lagi orang itu akan teriak dan membuat suasana jadi kacau ….
Ah sudah terlanjur basah…
Aku berjalan pelan melewati lorong kamar hotel itu …

Terdengar samar samar suara desahan seseorang yang sedang bercinta …
Aku terus saja melangkahkan kaki ku dan mengintip diantara pojokan dinding …

DAMN!!

ISTRIKU !!!
BENAR DUGAANKU !!

Kulihat Selly istriku sedang dikentot oleh seorang laki-laki …

Terlihat jelas istriku sedang baring dan laki laki itu membuka lebar selangkangan istriku dan memasukkan penis nya kedalam vagina istriku

Suara desahan istriku yang begitu kukenal memenuhi ruangan kamar hotel itu, diikuti bunyi decakan becek antara penis dan vagina …

BRENGSEK !!!!
Aku ingin marah…
Tubuh ku jadi ringan seolah tak berpijak di lantai lagi…
Kepalaku dipenuhi rasa amarah ….

Tapi aku masih menahan diri dan menghela nafas lalu kemudian menyadari bahwa ini semua memang salah ku… aku yang duluan selingkuh ….

Ah brengsek !!!
Pikiranku kalut dan bergejolak ….

Aku mengambil sebuah teko air yang terbuat dari kaca lalu berjalan mendekati mereka berdua …
Pikiranku hanya ingin memukul kepala pria yang menyetubuhi istriku itu …
Ingin kupukul kuat kuat hingga berdarah dan mati !!

“HAH!???” Istriku dan selingkuhannya terkejut lalu secara refleks melepaskan penis nya dari vagina istriku lalu mereka berdua mengambil bantal untuk menutupi tubuh….

“papah !!??? … k.. katanya keluar kota….” ucap istriku terbata bata ….
“ngapain kamu selingkuh sama dia ??” ucapku marah

“pah.. jangan pah… maaf pah… mamah khilaf…” ucap istriku sambil menangis

Sementara heru masih saja memandangi ku dengan wajah takut …

“mamah khilaf…. “ kalimat itu menusuk jantung ku…
Dia khilaf…
Sedangkan aku?
Astaga…
Laki laki macam apa aku ini ?
Aku duduk tersandar di sofa sambil merenung…

Lama aku terdiam…
Sedang istriku masih saja terisak tangis …
Kulihat heru mengumpulkan pakaiannya untuk dikenakan …

“maaf, mungkin aku bukan suami yang baik…” ucapku

Berkali kali aku selingkuh, tapi aku tak pernah meminta maaf dengan istriku…

“kalian boleh melanjutkan hubungan kalian… “ ucapku sambil berdiri pergi meninggalkan mereka berdua dalam kamar hotel ….

Malam itu aku langsung pergi keluar kota mengendarai mobil pribadi penuh dengan perasaan campur aduk …
Kalut..
Kacau..
Gelisah …
Dan horny ….

Iya horny !!

Banyak perempuan yang kutiduri, tapi tak ada yang membuat ku se horny ini ..
Melihat istriku sendiri sedang di kentot laki laki lain ….

Desahan binal nya seolah merdeka tanpa penghalang …
Mungkin dia benar benar menikmati persetubuhannya dengan Heru ….

Sesampainya di kota tujuan pukul 4 pagi, aku langsung check in di sebuah hotel lalu merebahkan tubuh ku yang sudah lelah berkendara…

Kulihat 12 kali panggilan tak terjawab dari istriku, dan puluhan chat whatsapp yang belum terbaca …

Kubuka whatsapp itu, dari istriku..
Dia merasa bersalah dan meminta maaf yang sebesar besar nya ….
Panjang lebar dia menuturkan perasaannya dalam pesan chat itu …

Kulempar handphone ku ke kasur dan aku termenung ….
Aku horny…
Yes…
Horny ….

Bayangan dimana istriku sedang ngentot dengan Heru masih saja membekas dalam fikiranku ….

Horny….
Perasaan yang begitu kuat melebihi rasa amarah yang melanda ….
Perasaan yang muncul karena aku menemukan sisi binal istriku…
4 tahun kami menikah..
Dan baru kali ini aku melihat dia begitu binal saat bersetubuh…

Kuberanikan diri mengambil handphone ku dan menjawab chat istriku …
Beberapa kali aku mencoba mengirim pesan tapi kuhapus lagi karena khawatir salah kalimat…

Tapi akhirnya kuberanikan diri untuk membalas dengan kalimat…

“gpp mah 

:)

, jujur aku horny melihat mamah ngentot sama Heru 

:)

Tak lama kemudian istriku menelepon dan kami pun bicara sebentar…

“maafin mamah pah….”
“gpp mah, papah lebih banyak dosanya ketimbang mamah…” jawabku

Terdengar suara isak tangis istriku….
“sudah mah.. gak usah difikirin.. semua akan baik baik saja… jujur papah jadi horny melihat mamah ngentot sama Heru…“ ucapku…

Suara tangis istriku masih saja pecah ….
“mah, nanti pagi papah mau meeting, papah istirahat dulu ya.. jaga diri baik-baik… mmuach..”

Sebuah ciuman diujung handphone…
Ciuman yang sudah lama tak kulakukan…

Dan sejak saat itu frekuensi ku berbicara melalui telepon dengan istriku jadi lebih sering…

Itu aneh?
Ya mungkin saja …

Hari itu seperti biasa yang sudah kulakukan…
Aku kembali memesan WP untuk menemani ku tidur di hotel ….
But non sense …
Hanya seks monoton yang biasa …
Tak ada yang istimewa…

Aku masih saja terbayang istriku dengan sisi binal nya ….

Aku ingin melihat istriku menaiki tubuh Heru dan menggoyang penis Heru dengan vagina nya ….

Ah damn!
Itu harus terjadi suatu hari nanti ..
Aku harus berhasil membujuk istriku agar mau melakukannya …

Haha…